abstrak disertasi

ABSTRAK
Rosidi, Imron. 2014. Pengembangan Model Pembelajaran Membaca Cepat di SMA        Berbasis e-Learning. Disertasi. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia,           Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H.               Dawud, M.Pd, (II) Prof. Dr. Suyono, M.Pd, (III) Dr. Nurhadi, M.Pd

Kata Kunci: Model Pembelajaran, Membaca Cepat, Berbasis e-Learning
              Membaca cepat adalah keterampilan membaca sekilas dengan mengondisikan otak bekerja lebih cepat sehingga konsentrasi akan lebih membaik secara otomatis. Dalam membaca cepat terkandung di dalamnya pemahaman yang cepat pula. Dalam pembelajarannya, membaca cepat di SMA hendaknya berorientasi pada standar kompetensi mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia, yaitu siswa mampu memahami berbagai teks bacaan nonsastra dengan berbagai teknik membaca. Lebih khusus lagi, standar kompetensi dasar membaca cepat diberlakukan secara berjenjang. Untuk kelas X, standar kompetensi membaca cepat adalah menemukan ide pokok berbagai teks nonsastra dengan teknik membaca cepat 250 kpm, mengungkapkan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kpm untuk kelas XI, dan untuk kelas XII, standar kompetensi membaca cepat adalah menemukan ide pokok suatu teks dengan membaca cepat 300-350 kpm.
              Model pengembangan dalam penelitian ini menggunakan model prosedural yang merujuk pada hasil pengadaptasian dua model, yaitu model ASSURE (analyze leaners; state objectives, select methods, media, and materials; utilize materials; require leaners participation, evaluate and revise) dengan model Front-end System design yang erat kaitannya dengan pengembangan bahan ajar yang dapat digunakan untuk penyelenggaraan Sistem Pendidikan jarak jauh. Penggunaan model ASSURE karena model pengembangan ini sangat efektif apabila digunakan untuk pembelajaran yang menggunakan media dan teknologi, sedangkan penggunaan model pengembangan Front-end System karena pembelajaran membaca cepat berbasis e-Learning dapat dilakukan dengan sistem jarak jauh.
            Subjek uji coba penelitian pengembangan ini ada tiga jenis, yaitu uji perseorangan, uji kelompok kecil, dan uji lapangan. Pada uji perseorangan, yang menjadi subjek adalah ahli pembelajaran membaca Uji ahli dilakukan peneliti dalam proses pembimbingan. Selain itu, subjek uji perseorangan juga dilakukan kepada praktisi, yaitu guru bahasa Indonesia di SMA Negeri 2 Pasuruan yang mengajar di kelas XI. Uji efektivitas produk dilakukan di kelas XI IPA1 dan IPA 2. Selain itu, uji efektivitas juga dilakukan dengan teknik wawancara dengan guru dan siswa terhadap keunggulan dan kelemahan pembelajaran membaca cepat berbasis e-Learning.>
              Hasil penelitian berupa model pembelajaran membaca cepat berbasis e-Learning dan software MC. Produk model pembelajaran membaca cepat berbasis e-Learning meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Produk perencanaan meliputi silabus pembelajaran membaca cepat berbasis e-Learning, RPP pembelajaran membaca cepat berbasis e-Learning, dan materi pembelajaran membaca cepat berbasis e-Learning. Pelaksanaan pembelajaran membaca cepat di SMA memuat empat kegiatan pokok, yaitu (1) kegiatan memilih bacaan, (2) kegiatan menyelesaikan pembacaan secara cepat terhadap bacaan yang dipilih, (3) kegiatan mengisi soal pemahaman, dan (4) kegiatan menghitung kecepatan efektif membaca.
              Hasil penelitian yang kedua adalah software MC. Software MC menggunakan program Microsoft Visual Basic. Software ini dikembangkan dengan memperhatikan kebutuhan guru dan siswa dalam pembelajaran membaca cepat berbasis e-Learning di SMA. Diharapkan software ini mampu membantu guru untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan siswa dalam menyelesaikan kegiatan membacanya serta menghitung tingkat keterpahaman siswa terhadap isi bacaan. Software MC ini berisi isian data pengguna, bahan pelatihan awal, berbagai jenis bacaan, dan soal-soal pemahaman. Dalam software MC juga terdapat rekomendasi tingkat KEM pengguna (siswa) setelah melakukan pengukura KEM. Bacaan dan soal pemahaman dalam software MC juga dapat dengan mudah diganti sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa.
              Beberapa saran yang dapat disampaikan dalam penelitian ini adalah (1) model pembelajaran membaca cepat berbasis e-Learning ini hendaknya dikembangkan untuk pembelajaran di SD kelas lanjut, SMP, maupun umum, (2) Pengembangan model pembelajaran membaca cepat untuk SD, SLTP, maupun umum dapat dilakukan dengan menambah bacaan dan soal pemahaman yang sesuai dengan tingkat keterbacaan dan minat anak, (3) Software membaca cepat ini bisa dikembangkan lebih lanjut dengan tidak hanya digunakan untuk mengukur KEM siswa, tetapi juga untuk mengukur kecerdasan seseorang bagi kalangan umum.

PTK SANG JUARA

Ptk Sang Juara
Oleh: Imron Rosidi, M.Pd

Mungkin di antara kita pernah merasa kecewa dalam sebuah lomba KTI, khususnya PTK. Karya tulis yang telah disusun dengan susah payah dalam waktu yang cukup lama tiba-tiba kalah. Padahal, kita sudah berusaha mengikuti beberapa teori tentang teknik membuat PTK yang baik, penggunaan bahasa ilmiah, dan sistematika yang telah ditentukan. Akan tetapi, mengapa PTK tersebut masih saja tidak juara? Ada beberapa syarat sebuah PTK bisa menjadi juara. Syarat tersebut adalah sebagai berikut.

1. Judul PTK harus provokatif (menarik)
    Ada sebuah PTK yang tebal dengan lampiran yang lengkap. Akan tetapi, mengapa PTK
    tersebut tidak dinilai oleh dewan juri? Hal itu disebabkan dua hal, yaitu
    (1) judul tidak menggambaran sebuah PTK, dan
    (2) tidak menarik karena sudah biasa dan sering ditemukan di perpustakaan ataupun di
         internet.
    Judul PTK bercirikan empat hal, yaitu ada penyakit (masalah) yang akan ditingkatkan,
    ada obat (tindakan) yang digunakan, ada pasien (siswa) kelas berapa tindakan itu
    diberikan, dan ada rumah sakit (sekolah)tempat siswa tersebut belajar. Selain itu,
    tindakan yang diberikan hendaknya menarik dan bias membuat juri bertanya tentang
    jenis tindakan yang digunakan.
Contoh:
(1) Peningkatan kemampuan memahami jenis bangun dengan menggunakan media LCD
     siswa kelas V B SD Negeri Petamanan Pasuruan (kurang menarik)
(2) Peningkatan kemampuan memahami jenis bangun dengan menggunakan media PARET
     siswa kelas V B SD Negeri Petamanan Pasuruan (menarik)

2. Tindakan yang digunakan inovatif
    Inovatif yang dimaksud dalam PTK berupa tindakan hasil inovasi peneliti. Inovasi yang
    dimaksud adalah hasil kreativitas peneliti dengan menggabungkan berbagai media,
    model, metode, strategi,dan teknik pembelajaran. Saya teringat ketika ada seorang guru
    menggunakan model pembelajaran mozaik.Guru tersebut menjadi juara Lomba
    Keberhasilan Guru (LKG) tingkat nasional. Model mozaik yang dimaksud ternyata
    gabungan dari berbagai model pembelajaran yang telah kita kenal, mulai dari model
    TGT, Jagsaw, TPS, dan sebagainya. Di sinilah letak nilai inovasi yang ada.
Contoh:
(1) Penggunaan metode diskusi kelompok untuk meningkatkan kemampuan memahami
     jenis paragraf siswa kelas VII A SMP Wahid Hasyim Mojokerto (kurang inovatif)
(2) Penggunaan metode tadarus untuk meningkatkan kemampuan memahami jenis
     paragraf siswa kelas VII A SMP Wahid Hasyim Mojokerto (inovatif)

3. Memiliki prosedur yang benar
    Sebuah PTK selalu ditandai dengan adanya siklus, bisa dua siklus, bisa juga tiga siklus.
    Tidak pernah ada sebuah PTK yang hanya ada satu siklus karena belum terlihat adanya
    peningkatannya.Kalau dibandingkan dengan prasiklus, bukanlah PTK, tetapi penelitian
    eksperimen. Hasil prasiklus sebagai kelompok kontrol, sedangkan hasil siklus satu
    merupakan kelompok eksperimen. Begitu&n juga tidak pernah ada PTK yang memiliki
    lebih dari tiga siklus karena kalau itu terjadi berarti tindakannya perlu diganti atau
    obatnya tidak manjur. Mengenai berapa pertemuan setiap siklusnya? Memang ada yang
    mengatakan bahwa setiap siklus diusahakan memiliki lebih dari satu pertemuan karena
    kalau hanya satu pertemuan dianggap program remidi, bukan PTK.

4. Lampirannya lengkap
    Lampiran dalam PTK sangat dibutuhkan untuk membuktikan; keabsahan hasil
    penelitian. Lampiran akan meyakinkan dewan juri apakah PTK tersebut benar-benar
    dilakukan atau sekadar laporan palsu. Hal-hal yang perlu dilampirkan antara lain RPP
    masing-masing siklus, instrumen yang digunakan (lembar observasi dan tes), contoh
    hasil kerja siswa, danfoto kegiatan.

Inilah yang dapat saya berikan kepada pembaca dalam sebuah tulisan singkat ini. Apabila ada yang perlu didiskusikan, pembaca bisa menghubungi saya dalam email imron_1966@yahoo.co.id atau no HP 081210500199. Terima kasih, semoga bermanfaat. amin

MODEL RPP BERDASARKAN KURIKULUM 2013

MODEL RPP BERDASARKAN KURIKULUM 2013
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN SEJARAH INDONESIA SMK
KODE KD : 3.7


SATUAN PENDIDIKAN SMK NEGERI 2 PASURUAN
MATA PELAJARAN SEJARAH INDONESIA
KELAS/SEMESTER X/2 (DUA)
TOPIK Kedatangan Islam ke Nusantara
ALOKASI WAKTU 2 x 45 menit ( 1 pertemuan)

A. KOMPETENSI DASAR
Kompetensi
Dasar
1.1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2.1 Menghayati dan Mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung-
      jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai),
      santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukan sikap sebagai
      bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
      secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
      menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
      dunia.
3.7 Menganalisis berbagai teori tentang proses masuk dan
      berkembangnya agama dan kebudayaan Islam di Indonesia.
4.7 Mengolah informasi mengenai proses masuk dan perkembangan
      kerajaan Islam dengan menerapkan cara berpikir kronologis, dan
      pengaruhnya pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini
      serta mengemukakannya dalam bentuk tulisan.

B. INDIKATOR PENCAPAIAN PEMBELAJARAN
    1. Menganalisis berbagai teori  tentang proses masuk dan berkembangnya agama dan
        kebudayaan Islam Indonesia.
    2. Merumuskan  pendapat  tentang  teori  yang  ada  tentang prosesnya masuk dan
        berkembangnya agama dan kebudayaan Islam ke Indonesia.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
    Melalui diskusi, mengamati, dan membaca referensi, siswa dapat:
    1. Menunjukkan sikap toleransi sesama pemeluk agama di Indonesia.
    2. Menunjukkan  sikap  bangga  terhadap  tokoh  pelontar  teori  penyebaran Islam ke
        nusantara.
    3. Menunjukkan  kemampuan  menganalisis  berbagai  teori tentang proses masuk dan
        berkembannya agama dan kebudayaan Islam ke Indonesia.
    4. Menunjukkan kemampuan menilai teori yang paling tepat tentang masuknya Islam ke
        nusantara
    5. Menunjukkan    keterampilan   menyusun   rumusan   tentang    proses  masuk   dan
        perkembangnya Islam ke Indonesia dalam bentuk flowchat.

D. MATERI AJAR
    1. Kedatangan Islam ke Nusantara
    2. Islam dan Jaringan Antarpulau

E. PENDEKATAN, STRATEGI, DAN MOTODE PEMBELAJARAN
    1. Pendekatan : Saintifik
    2. Strategi/model: TGT
    3. Metode

Ceramah Kedatangan Islam ke nusantara
Diskusi
Kelompok
Menilai teori yang paling tepat tentang masuknya Islam ke nusantara
Tanya Jawab ¤ Tokoh pelontar teoti penyebar agama Islam ke nusantara
¤ Kebudayaan Islam di Indonesia
Unjuk kerja ¤ Membuat flowchat penyebaran agama Islam ke nusantara
- Demonstrasi
- ………… ………………………………………………


F. MEDIA PEMBELAJARAN
    1. LCD proyektor
    2. Papan tulis

G. SUMBER BELAJAR
Pustaka rujukan ¤ Buku materi Sejarah SMK untuk kelas X karangan Restu
   Gunawan, dkk. penerbit Poltek Negeri Media Kreatif
   Jakarta, halaman 137 s.d. 142
Material: VCD
kaset, poster
¤ VCD Masuk dan berkembangnya Islam ke Nusantara
¤ Poster pelontar teori penyebaran agama Islam ke nusantara
- Media cetak
dan elektronik
-
Website
internet
¤ Masuk dan berkembangnya Islam ke Nusantara
- Narasumber -
- Model peraga -
- Lingkungan -


H. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
TAHAP DESKRIPSI WAKTU
PENDAHULUAN
(Apersepsi)

10 menit
¤ Guru memberi salam
¤ Guru mempersilakan siswa untuk berdoa
¤ Guru menanyakan keaadaan siswa
¤ Guru   mempresensi   kehadiran   siswa   dan
   menyampaikan topik yang akan dipelajari
¤ Siswa diajak untuk mengingat kembali
   pembelajaran sebelumnya tentang sejarah
   Indonesia yang telah diperoleh siswa.
¤ Guru memberi contoh berbagai budaya Islam di
   Indonesia
0,5 menit
0,5 menit
1 menit
2 menit

3 menit


3 menit

KEGIATAN INTI

70 menit
¤ Siswa dijelaskan tentang perkembangan dan
   kebudayaan Islam ke nusantara melalui tayangan
   power point lewat LCD proyektor
¤ Siswa mendapat penjelasan tentang model TGT.
¤ Siswa membentuk kelompok dengan model
   pembelajaran TGT berdasarkan nama-nama yang
   disebutkan guru.
¤ Siswa berdiskusi dalam kelompok A, kelompok B,
   dan kelompok C tentang tokoh penyebar agana
   Islam di Indonesia dengan cara mengambil kartu
   di masing-masing kelompok.
¤ Siswa berganti kelompok dan menyebar di seluruh
   meja turnamen I, meja turnamen II, dan meja
   turnamen III
¤ Siswa berdiskusi di kelompok turnamen tentang
   teori yang paling tepat tentang masuk dan
   perkembangan Islam ke Indonesia
¤ Siswa menyampaikan hasil diskusi dalam setiap
   kelompoknya.
¤ Siswa yang lain menanggapi hasil diskusi masing-
   masing kelompok.
¤ Ketua kelopok menghiitung skor tim berdasarkan
   skor turnamen anggota tim,
15 menit


2 menit
4 menit


25 menit



5 menit


10 menit


5 menit

3 menit

1 menit

PENUTUP

10 menit
¤ Siswa menyimpulkan hasil diskusi dibantu guru
   untuk memilih teori yang paling tepat tentang
   proses masuk dan perkembangan islam dan
   budaya ke nusantara
¤ Siswa melakukan refleksi tentang pembelajaran
   yang sudah berlangsung
¤ Siswa mendapat tugas tentang peta penyebaran
   agama Islam ke nusantara.
¤ Guru menutup pelajaran dengan doa
¤ Guru mengucapkan salam
5 Menit



3 menit

1 menit

0,5 menit
0,5 menit


I. PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR
TEKNIK DAN BENTUK Tes Lisan
Tes Tertulis dalam bentuk uraian
- Observasi Kinerja/Demontrasi
Tagihan Hasil Karya/Produk: tugas individu
Pengukuran Sikap
- Penilaian diri
INSTRUMEN /SOAL ¤ Lembar observasi sikap
RUBRIK/KRITERIA
PENILAIAN/BLANGKO
OBSERVASI
¤ rubrik sikap dalam diskusi
¤ rubrik penilaian pembuatan flowchat


1. Bentuk Tes Lisan (Tanya jawab)
    Siapakah tokoh pemilik teori penyebaran agama Islam ke nusantara berikut?

2. Bentuk Tes Tertulis
    a. Apakah bunyi teori ketiga tokoh yang Anda lihat tadi?
    b. Bagaimanakah biografi pelontar teori penyebaran agama Islam ke nusantara?
    c. Bagaimanakah sikap Anda terhadap teori tokoh tersebut?
    d. Mengapa Anda berpendapat bahwa teori tersebut paling benar?

3. Bentuk Nontes (tugas)
    Tugas individu membuat flowchat masuk dan perkembangan Islam ke nusantara

4. Instrumen Penilaian
    a. Tugas membuat flowchat
    NAMA SISWA : .....................................
    KELAS            : .....................................

NO KRITERIA A B C D E
(91-100) (81-90) (71-80) (61-70) (51-60)
1.



Ketertampungan pokok-pokok isi flowchat tentang masuk dan perkembangan Islam ke nusantara
2.

Kebenaran simbol dalam flowchat


Rubrik Penilaian 1
A        : Pokok-pokok isi flowchat disampaikan 90% s.d. 100%
B        : Pokok-pokok isi flowchat disampaikan 80% s.d. 90%
C        : Pokok-pokok isi flowchat disampaikan 70% s.d. 80%
D        : Pokok-pokok isi flowchat disampaikan 60% s.d. 70%
E        : Pokok-pokok isi flowchat disampaikan < 60%

Rubrik penilaian 2
A        : kebenaran simbol 90% s.d. 100%
B        : kebenaran simbol 80% s.d. 90%
C        : kebenaran simbol 70% s.d. 80%
D        : kebenaran simbol 60% s.d. 70%
E        : kebenaran < 60%

    b. Penilaian Sikap dalam Berdiskusi
NO KRITERIA      1           2           3           4     
1.
Aktif Berdiskusi
2.
Bahasa yang digunakan
sopan
3.
Tidak menyela dalam diskusi


Rubrik penilaian 1
1           : aktif berdiskusi < 60%
2           : aktif berdiskusi 60% s.d. 70%
3           : aktif berdiskusi 70% s.d. 80%
4           : aktif berdiskusi 80% s.d 100%
Rubrik penilaian 2
1           : kata tdk sopan 4 kali
2           : kata tdk sopan 3 kali
3           : kata tdk sopan 2 kali
4           : kata tdk sopan 0 s.d. 1 kali

Rubrik penilaian 3
1           : menyela lebih dari 4 kali
2           : menyela 3 s.d.4 kali
3           : menyela 1 s.d. 2 kali
4           : tidak menyela sama sekali



Mengetahui,                                                                                       Guru mata Pelajaran,
Kepala SMKN 2 Pasuruan                                                                    Sejarah Indonesia




Drs. Anali Setio, M.Pd                                                                        Imron Rosidi, M.Pd
19570712 198603 1 009                                                                     19660610 198903 1 022



LAMPIRAN 1
    1. TEORI TENTANG MASUK DAN BERKEMBANGANNYA ISLAM KE
        NUSANTARA DARI BERBAGAI AHLI SEJARAH DARI:
        a. Buku paket
        b. Internet
        c. Berbagai buku sejarah dan biografi

LAMPIRAN 2
GAMBAR TOKOH PELONTAR TEORI TENTANG PENYEBARAN AGAMA ISLAM KE NUSANTARA GAMBAR KEBUDAYAAN INDONESIA PENGARUH ISLAM

PENDIDIKAN

HARI BUKU NASIONAL MUTIARA YANG TERLUPAKAN
Oleh: Imron Rosidi, M.Pd
Mungkin kalau kita ditanya tentang hari bersejarah apa yang diperingati setiap bulan Mei? Kita semua serempak akan menjawab hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS). Hari untuk mengenang jasa seorang pahlawan pendidikan, yaitu Ki Hajar Dewantara. Hari pada saat diadakannya berbagai lomba, pameran, dan seminar-seminar pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional. Akan tetapi, kita mungkin lupa bahwa pada bulan itu ada hari yang juga bersejarah dan sangat urgen untuk dijadikan momentum kebangkitan bangsa, yaitu Hari Buku Nasional. Mengapa hal ini terlupakan? Tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional. Memang, pamor hari tersebut kalah jika dibanding dengan peringatan lainnya, seperti Hari Pendidikan Nasional (2 Mei) dan Hari Kebangkitan Nasional (21 Mei). Itu disebabkan banyak faktor, salah satunya adalah tidak dijadikannya hari itu sebagai hari besar nasional. Selain itu, buku dan aktivitas yang terkait dengannya, seperti membaca dan menulis tidak begitu populer di kalangan masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia masih terjangkit penyakit aliterat - mampu membaca, tetapi malas membaca. Hal ini berdampak pada kemampuan menulis masyarakat Indonesia. Penerbitan buku di Indonesia masih yang terendah dibandingkan Malaysia dan Singapura, yaitu sekitar 3.000 s.d. 10.000 judul buku per tahun. Sungguh ironis bagi negara yang berpenduduk terbesar ketiga di dunia.

Mungkin telinga kita terbiasa mendengar sebuah ungkapan bernada klise, Buku adalah jendela dunia. Membaca adalah kunci ilmu, sedangkan gudangnya ilmu adalah buku. Sepintas ungkapan itu sederhana, namun di dalamnya terkandung makna penting, bahwa membaca (iqra’) ternyata merupakan perintah Allah Swt kepada seluruh umat manusia, sebagaimana tertuang dalam QS Al-Alaq [96] ayat 1-5. Hanya saja, ungkapan-ungkapan tersebut belum sepenuhnya disadari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Entah karena deraan krisis ekonomi yang masih menyelimuti bangsa ini sehingga buku belum menjadi menjadi skala prioritas, atau mungkin masyarakat kita masih banyak yang lebih mengutamakan aspek meterial, seperti HP, sepeda motor, mobil, perhiasan, dan sebagainya. Bahkan, di kalangan pelajaran dan mahasiswa muncul semacam slogan “lebih baik membeli pulsa dibanding dengan membeli buku”. Siswa dan mahasiswa bersenjatakan HP, bukan bersenjatakan buku.

Hari Buku Nasional dan Hari Buku Dunia Peringatan Hari Buku Nasional biasanya dibarengkan dengan Hari Buku Dunia (World Book Day). Kedua hari bersejarah ini masih terasa asing di telinga sebagian besar masyarakat Indonesia, termasuk para pelajar. Hari Buku Dunia diperingati setiap 23 April, sedangkan Hari buku nasional setiap 17 Mei. Penggunaan 23 April sebagai Hari Buku Dunia bertepatan dengan tanggal lahir sekaligus wafatnya seorang penulis besar, yaitu William Shakespeare. World Book Day yang dirancang oleh UNESCO adalah sebuah perayaan buku dan literasi yang diadakan setiap tahun di seluruh dunia. Indonesia pertama kali memperingati Hari Buku Nasional di tahun 2006 dengan prakarsa Forum Indonesia Membaca yang didukung oleh berbagai pihak, baik itu pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas dan masyarakat umum. Secara umum, tujuan diselenggarakannya World Book Day dan Hari Buku Nasional sebagai sebuah ajang untuk memberi semangat kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mengeksplorasi manfaat dan kesenangan yang bisa didapat dari buku dan membaca. Masyarakat diajak untuk selalu memegang buku dan membacanya di mana dan kapan saja dia berada. Masyarakat diajak untuk gemar mengunjungi perpustakaan-perpustakaan seimbang dengan kegemarannya untuk mengunjungi tempat-tempat wisata dan belanja. Hal ini perlu dibentuk seiring dengan adanya era globalisasi informasi dan perkembangan ilmu pengetahuan. Sudah saatnya masyarakat Indonesia melebarkan aktivitasnya dalam dunia perbukuan dengan ikut berpartisipasi melakukan perayaan Hari Buku Dunia dan Hari Buku Nasional agar lebih menggaungkan buku dan literasi di tengah masyarakat.

Perayaan Hari Buku Dunia dan Hari Buku Nasional diharapkan dapat meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia. Minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Hal itu terlihat dari data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2003 bahwa penduduk Indonesia berumur di atas 15 tahun yang membaca koran pada hari Minggu hanya 55,11 persen, sedangkan yang membaca majalah atau tabloid hanya 29,22 persen, buku cerita 16,72 persen, buku pelajaran sekolah 44.28 persen, dan yang membaca buku ilmu pengetahuan lainnya hanya 21,07 persen. Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2006 juga menyebutkan bahwa masyarakat kita belum menjadikan kegiatan membaca sebagai sumber utama mendapatkan informasi. Orang lebih memilih menonton TV (85,9%) dan/atau mendengarkan radio (40,3%) dibanding membaca koran (23,5%) (www.bps.go.id).

Rendahnya minat baca masyarakat Indonesia juga dapat dilihat dari hasil riset International Association for Evaluation of Educational (IEA) tahun 1992. IAE melakukan riset tentang kemampuan membaca murid-murid sekolah dasar (SD) kelas IV 30 negara di dunia. Kesimpulan dari riset tersebut menyebutkan bahwa Indonesia menempatkan urutan ke-29. Angka-angka itu menggambarkan betapa rendahnya minat baca masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak SD. Data BPS lainnya juga menunjukkan bahwa penduduk Indonesia belum menjadikan membaca sebagai sarana untuk memperoleh informasi. Orang lebih memilih televisi dan mendengarkan radio. Malahan, kecenderungan cara mendapatkan informasi lewat membaca stagnan sejak 1993. Hanya naik sekitar 0,2 persen. Jauh jika dibandingkan dengan menonton televisi yang kenaikan persentasenya mencapai 211,1 persen.

Dengan demikian, tidak ada kata lain yang dapat diungkapkan selain Jadikan Hari Buku Dunia dan Hari Buku nasional sebagai momentum menuju Indonesia lebih baik. Kemajuan sebuah negara tidak bisa lepas dari kualitas SDM negara tersebut. Melalui kegiatan membaca diharapkan wawasan kita bertambah luas, seluas cakrawala dunia. Hal ini sejalan dengan firman Allah Swt “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajarkan (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” Dengan begitu, berkat membaca kelak kita bisa lebih mengenal Allah Swt. Tak hanya itu, kita juga bisa mengenal alam semesta dan diri sendiri (QS Al-Alaq [96] ayat 1-5).

HBN, Mutiara yang Terlupakan Jika dikaitkan dengan perintah Allah Swt di atas, seharusnya bangsa Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam mampu melakukan aktivitas membaca dengan baik. Hal itu disebabkan aktivitas membaca merupakan suatu perintah dari Allah Swt melalui Alquran. Jadi, aktivitas membaca bisa dianggap sebuah kewajiban bagi setiap manusia. Hanya saja, dalam realitasnya aktivitas tersebut tidak gampang diwujudkan. Membaca sebagai menu utama dalam kehidupan dapat ditemui di negara-negara maju, seperti Amerika, Jepang, dan Singapura. Di tempat-tempat umum, seperti tempat tunggu di bandara udara, stasiun kereta api, dan di terminal-terminal dengan mudah kita temui orang yang sedang membaca. Toko-toko buku mudah ditemukan dan selalu dipenuhi oleh para pembeli. Di pinggir-pinggir jalan juga dapat dengan mudah kita dapatkan bahan bacaan yang bisa diambil secara gratis. Apakah hal ini ditemukan di negara kita?

Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk membawa bangsa kita sejajar dengan negara-negara maju di bidang minat baca adalah dengan tidak melupakan perayaan hari Buku Nasional (HBN). Sebenarnya, perayaan HBN di Indonesia sudah dirayakan setiap tahunnya. Hanya saja, perayaan HBN masih terbatas di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, dan hanya di tempat-tempat tertentu. Perayaan HBN yang dapat penulis catat misalnya peringatan Hari Buku Sedunia dan Hari Buku Nasional dilaksanakan pada tanggal 19 s.d 20 Juni 2009. Kegiatan ini diisi oleh pameran, bursa buku, diskusi (talkshow) serta pemutaran film. Pameran diikuti oleh 47 peserta yang terdiri dari 5 Instansi di lingkungan Depdiknas, 3 lembaga perpustakaan dari pemerintahan, 3 perwakilan dari negara asing, 5 dari asosiasi dan organisasi, dan 2 lembaga pendidikan. Bursa Buku diikuti oleh 29 peserta dari penerbit dan distributor buku. Pada peringatan Hari Buku Nasional tahun 2011, IKAPI Jakarta dan Forum Indonesia Membaca meluncurkan program Gerakan Hibah Buku, tepatnya 17 Mei 2010. Gerakan Hibah Buku dilaksanakan dengan menghimpun buku-buku dari penerbit-penerbit Indonesia dan masyarakat umum untuk didistribusikan ke taman bacaan masyarakat. Pengumpulan buku hibah dilakukan bersamaan dengan penyelenggaraan World Book Day Indonesia dan Hari Buku Nasional 2010 mulai tanggal 15-25 Mei 2010 di Museum Mandiri.

Berbagai acara di atas sudah dilaksanakan sejak 2006. Hanya saja, gaung perayaan tersebut masih belum dirasakan masyarakat di daerah-daerah kota dan kabupaten lainnya. Masyarakat masih asing dengan HBN. Hal itu disebabkan beberapa faktor, antara lain: (1) belum dijadikan HBN sebagai hari besar nasional, (2) belum adanya perayaan HBN di daerah-daerah, (3) perayaan HBN belum menjadi agenda atau program Dispendik, (4) minat baca masyarkat Indonesia relatif rendah, (5) buku belum menjadi kebutuhan utama masyarakat, (6) slogan-slogan HBN belum terpampang di tempat-tempat umum, dan (7) belum dimasukkannya pelajaran reading dan writing dalam kurikulum di setiap jenjang pendidikan.

Untuk menjadi HBN sebagai mutiara yang dinantikan diperlukan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah hendaknya mulai berpikir untuk menjadikan HBN sebagai hari besar nasional, memasukkan mata pelajaran reading dan writing dalam kurikulum, melaksanakan berbagai lomba tingkat nasional dalam rangka perayaan HBN, seperti tahun ini yang diselenggarakan Pusbuk, menyediakan tempat-tempat baca yang representatif di setiap sudut bangunan pemerintahan dan daerah, mempermudah izin usaha toko buku kepada para pengusaha, menjadikan perayaan HBN sebagai program Dispendik, serta menyediakan berbagai spanduk dalam rangka perayaan HBN.

Selain peran pemerintah, masyarakat juga harus mau melakukan perubahan (change agent), baik dari segi budaya maupun mental. Budaya konsumtif terhadap barang-barang mewah perlu sedikit dikurangi dengan menyediakan dana untuk membeli buku. Buku hendaknya menjadi kebutuhan utama setiap individu dalam keluarga. Masyarakat hendalnya juga ikut berpartisipasi dalam perayaan HBN, misalnya dengan memasang spanduk. Apabila semua ini dapat diejawantahkan, insyaallah perayaan HBN tahun ini lebih meriah dapat menyentuh berbagai kalangan masyarakat, terutama para pelajar. Perayaan HBN bukan lagi sebuah mutiara yang terlupakan, tetapi mutiara yang dirindukan.

PENDIDIKAN

SMKN 2 PASURUAN DALAM PERINGATAN PUSPA DAN SATWA 2012
LOMBA DAN PAMERAN FOTO SERTA UJI PENGOLAHAN LIMBAH PLASTIK
PASURUAN – Peringatan Hari Puspa dan Satwa 2012 dan pelaksanaan Program RAYA BERSEMI (Rabu Ceria Bersihkan Sekolah Menuju Bersih dan Bebas Polusi) di SMKN 2 Pasuruan berlangsung sangat meriah. Peringatan yang dihadiri oleh seluruh siswa, guru. Staf TU, dan komite ini diawali dengan apel Pagi. Dalam apel tersebut, H. Imron Rosidi, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini dalam rangka menyukseskan salah satu program 4 S yang meliputi Sukses Adiwiyata, Sukses ISO, Sukses Lomba LKS, dan Sukses Ujian Nasional. Selanjutnya, kepala sekolah berharap siswa mampu berperilaku sehat dan terbiasa hidup bersih dan tumbuh rasa cinta terhadap puspa dan sastwa. Imron juga mengajak siswa SMKN 2 Pasuruan supaya tidak lagi corat-coret bangku, membuang sampah sembarangan, makan makanan yang tidak sehat, dan menjaga kebersihan kamar kecil.    Pameran dan Lomba Foto ini ternyata mendapat sambutan yang luar biasa oleh siswa. Lomba yang seharusnya diikuti oleh 38 peserta sesuai dengan jumlah kelas, ternyata diikuti oleh 49 perserta. Hal ini disebabkan ada beberapa alumni yang ikut mengirimkan karyanya. Lomba tersebut diharapkan tumbuh rasa cinta siswa terhadap semua satwa dan puspa yang ada di lingkungan sekolah yang pada akhirnya di lingkungan Kota Pasuruan dalam rangka menyukseskan program Pemerintah Daerah, yaitu meraih PIALA ADIPURA TAHUN 2013.    Dalam lomba foto tersebut dihasilkan juara 1, 2, dan 3, serta foto favorit pilihan para guru. Juara 1 mendapat hadiah Rp 250.000 atas nama Azil Sufroni dengan judul Mik Cucu dengan tujuan melestarikan anak cucu monyet. Juara 2 dengan hadiah Rp. 200.000 atas nama Dimas Wahyu dengan judul Go Green yang mempunyai tujuan perlindungan terhadap hutan mangrove. Juara ke 3 mendapat hadiah Rp. 150.000 atas nama Zein Zidqi dengan judul samiagulkas. Foto favorit pilihan guru mendapat hadiah Rp. 100.000,- karya Zainul arifin dengn judul Pohon Bakau.    Dalam kegiatan ini juga diadakan kegiatan bersih-bersih kelas, bangku, lingkungan sekolah, bersih-bersih sungai, dan uji teknologi tepat guna, yaitu tabung pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar minyak dan bensin. Alat yang sangat sederhana ini terbuat dari tabung gas 3 kg yang ditambah dengan pipa ke atas untuk proses distilasi untuk menjadi tetes cairan minyak. Tempat pembakarannya menggunakan kaleng bekas cat 40 kg dengan bahan bakar limbah mebel berupa serbuk gergaji. Alat ini akan diproduksi secara masal oleh UPJ SMKN 2 Pasuruan untuk sekolah-sekolah di kota Pasuruan yang membutuhkan. “Saya siap untuk memproduksi secara masal agar permasalahan limbah di sekolah dan Kota Pasuruan bisa teratasi,” kata kepala sekolah yang didampingi Chrisdhiyanto selaku ketua TIM Adiwiyata.

mengikuti Upacara 17 Agustus di Istana Negara sebagai juara 1 guru prestasi tingkat nasional

pendidikan

PENERAPAN MANAJEMEN KEUANGAN MASJID
DI LEMBAGA PENDIDIKAN

Oleh: Imron Rosidi, M.Pd


Abstrak: Tiga pendekatan dalam akuntabilitas manajemen keuangan sebuah instansi, yaitu: Disclosure, transparansi, dan kesesuaian dengan program. Ketika pendekatan itu telah dilakukan oleh manajemen keuangan masjid yang bisa diadopsi oleh manajemen keuangan sekolah yang rawan kebocoran. Kebocoran bisa terjadi karena derasnya keluar masuknya keuangan di sebuah sekolah. Bisakah diterapkan?

Paradigma baru manajemen pendidikan menekankan perlunya pelayanan yang bermutu sesuai kebutuhan stakeholders. Salah satu pilar utama yang mendukung pelayanan yang bermutu adalah penerapan akuntabilitas (pertanggungjawaban) pada semua satuan penyelenggaran pendidikan. Akuntabilitas lembaga pendidikan lebih menitikberatkan pada sejauhmana manajemen penyelenggaraan lembaga pendidikan dalam merumuskan, mengimplementasikan, dan mempertangungjawabkan kebijakan dan programnya sesuai harapan dan tuntutan para stakeholders.
Penerapan akuntabilitas manajemen lembaga pendidikan, dalam hal ini manajemen keuangan sekolah, dapat dilakukan melalui tiga pendekatan ini: disclosure, transparansi, dan penyesuaian program dengan kebutuhan. Disclosure berupa pengumuman secara terbuka kepada semua komponen sekolah mengenai keadaan terakhir keuangan yang ada di sekolah. Pendekatan yang kedua adalah transparansi. Transparansi berfokus pada pemberian akses informasi kepada seluruh komponen sekolah tentang proses keluar masuknya keuangan sekolah. Akuntabilitas keuangan yang baik dapat dilihat dari pendekatan yang ketiga, yaitu kesesuaian antara penggunaan keuangan sekolah dengan program yang merupakan skala prioritas.
Ketiga pendekatan dalam akuntabilitas di atas telah diterapkan dalam manajemen keuangan masjid. Manajemen di sini berarti suatu proses perencanaan, pengorganisasian, dan penggunaan sumberdaya organisasi agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Lebih khusus, manajemen keuangan sekolah berarti suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh sekolah.
Pengolahan keuangan masjid sangat memperhatikan ketiga pendekatan dalam akuntabilitas. Setiap hari akan terpampang kondisi keuangan masjid, mengenai pemasukan dan pengeluaraannya sehingga setiap jemaah mengetahuinya. Hal ini sesuai dengan pendekatan discosure. Selain itu, setiap akan dilangsungkannya khotbah Jumat, pengurus akan mengumumkan secara terbuka proses penggunaan keuangan masjid. Dengan ini pengurus masjid sudah melakukan pendekatan transparansi. Pengurus masjid juga menggunakan keuangan masjid sesuai dengan kebutuhan, misalnya pembayaran listrik dan air, serta kebutuhan dana untuk berbagai kegiatan di masjid.
Apakah manajemen keuangan masjid bisa diterapkan di sekolah untuk menekan tingkat kebocoran keuangan sekolah? Apabila kita mengingat pesan AA Gim, yaitu Mulailah dari diri sendiri, Mulailah dari hal kecil, dan Mulailah sekarang juga, penerapan manajemen keuangan masjid di sekolah pasti bisa, asal ada niat baik dari seluruh komponen sekolah, terutama pengelola keuangan, KTU dan kepala sekolah. Pengelola keuangan mau berbuat jujur, KTU tidak kong kalikong dengan kepala sekolah, dan kepala sekolah berani terbuka terhadap semua kebutuhan keuangan sekolah. Tidak ada yang ditutup-tutupi.
Coba kita tengok betapa rumitnya pengolahan keuangan sekolah, misalnya di sekolah menengah. Selain terdapat keuangan BOS, BKM, BOMM yang harus dikelolah sekolah, juga ada uang yang berasal dari siswa untuk Prakerin, kunjungan industri dan sejarah, uang SPP, serta Bantuan Komite Sekolah. Setiap hari sekolah mengeluarkan uang untuk proses pembelajaran. Setiap hari pula sekolah menerima uang dari siswa. Bagaimana kita tahu kalau di sekolah tersebut tidak terjadi kebocoran? Di sinilah fungsi manajemen keuangan masjid diadopsi dan diadaptasi oleh pihak sekolah.
Pengelolaan keuangan sekolah dengan mengedepankan akuntabilitas dapat dilakukan dengan cara sekolah harus berani mengumumkan secara terbuka kondisi keuangan setiap upacara hari senin oleh pembina upacara. Secara rinci, sekolah harus berani menempelkan kondisi keuangan sekolah setiap akhir bulan. Untuk melihat kesesuaian pengeluaran dengan program prioritas, kepala sekolah harus berani menyampaikan penggunaan uang sekolah yang tidak terduga, yang tidak sesuai program, kepada semua komponen sekolah ketika ada rapat dinas. Dengan demikian, penerapan manajemen keuangan dengan mengedepankan akuntabilitas diharapkan dapat mengurangi tingkat kebocoran keuangan sekolah.

artikel kebahasaan

SUMBANGSIH ALIRAN STRUKTURALISME
DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Bahasa adalah sistem simbol vokal arbitrer yang memungkinkan orang-orang yang hidup dalam budayanya, atau orang yang sudah mempelajari sistem budaya terkait menggunakan bahasa tersebut untuk berkomunikasi. Dalam pandangan di atas, bahasa memiliki fungsi yang terkait dengan identitas manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk berbudaya. Sejak lama manusia telah menyadari pentingnya bahasa dan penguasaan bahasa untuk perkembangan peradaban. Hingga sekarang, semakin maju peradaban manusia semakin besar peran bahasa dalam kehidupan.

Untuk itu, kemampuan berbahasa siswa sangat penting bagi perkembangan suatu bangsa. siswa sebagai pembaru, pemimpin, dan calon-calon pemimpin bangsa harus memilik kemampuan berbahasa yang baik. Jika tidak, berarti masa depan bangsa sedang terancam. Bahaya yang akan timbul pada masa depan adalah sulitnya kemunikasi kerja dan tidak efektifnya kepemimpinan karena pesan-pesan tidak dapat disampaikan dengan efektif dan kemampuan menyerap informasi baru sangat lambat.
Pembelajaran bahasa Indonesia sudah diberikan sejak pendidikan level terendah sampai perguruan tinggi. Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah ditekankan pada pengasaan keterampilan berbahasa siswa, mulai dari menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Aspek pengetahuan berbahasa, mulai dari fonem, morfem, frasa, klausa, dan kalimat diajarkan secara terintegrasi dengan keterampilan berbahasa. Sebagai contoh, siswa tidak langsung belajar tentang perbedaan frasa dengan klausa, tetapi mencari frasa dan klausa dalam tulisannya.
Analisis bahasa mulai dari yang terkecil menuju yang besar (kalimat) merupakan bentuk sumbangsih salah satu aliran bahasa, yaitu strukturalisme. Aliran ini memiliki ciri kegramatikalan berdasarkan keumuman. Level-level gramatikal ditegakkan secara rapi. Level gramatikal mulai ditegakkan dari level terendah yaitu morfem sampai level tertinggi berupa kalimat. Urutan tataran gramatikalnya adalah morfem, kata, frasa, klausa, dan kalimat. Selain itu, ciri aliran ini mengikuti aliran behavioristik, yaitu menganut sistem drill dalam mengajarkan bahasa. Hal ini tampak dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas-kelas rendah, mulai TK sampai SD kelas rendah.
Pembelajaran Bahasa Indonesia
Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya sastra manusia Indonesia. Kemampuan tersebut meliputi kemampuan menyimak, kemampuan berbicara, kemampuan membaca, dan kemampuan menulis. Keempat jenis kemampuan tersebut diajarkan secara integratif.
Standar kompetensi mata pelajaran bahasa Indonesia merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap puisitif terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Standar kompetensi ini merupakan dasar bagi peserta didik untuk memahami dan merespon situasi lokal, regional, nasional, dan global.
Adapun tujuan pembelajaran bahasa Indonesia adalah agar peserta didik memiliki kemampuan: (1) berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis, (2) menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa Negara, (3) memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan, (4) menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan keampuan intelektual serta kematangan emosional dan sosial, (5) menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa, serta (6) menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khasanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.
Aliran Linguistik Strukturalisme
Aliran strukturalis berlandaskan pola pikir behavioristik. Aliran ini lahir pada awal abad XX yaitu pada tahun 1916 yang bersamaan dengan lahirnya buku ”Course de linguistique Generale” karya Saussure yang juga merupakan pelopor aliran ini. Ia dikenal sebaga Bapak Strukturalisme dan sekaligus Bapak Linguistik Modern.
Linguistik strukturalis berusaha mendeskripsikan suatu bahasa berdasakan ciri atau sifat khas yang dimiliki bahasa itu. Pandangan ini menguraikan konsep telaah sinkronik dan diakronis, perbedaan langue dan parole, perbedaan signifiant dan signifie, dan hubungan sintagmatik dan pradikmatik yang banyak berpengaruh dalam perkembangan linguistik di kemudian hari.
a. Sinkronis dan Diakronis
Telaah sinkronik dan diakronis. Ferdinand de Saussure membedakan telaah bahasa secara sinkronik, artinya mempelajari suatu bahasa pada suatu kurun waktu tertentu saja. Misalnya, mempelajari bahasa Indonesia yang digunakan saat ini saja, sedangkan telaah diakronis artinya telaah bahasa sepanjang masa, atau sepanjang zaman bahasa itu digunakan oleh penuturnya. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa telaah bahasa secara diakronis adalah jauh lebih kompleks daripada telaah sinkronis. Sebelum terbit buku Course de Linguistique Generale Course de Linguistique Generale yang disusun dan diterbitkan oleh Charles Bally dan Albert Sechehay tahun 1915, telaah bahasa selalu dilakukan orang secara diakronis. Ahli-ahli pada waktu itu belum sadar bahwa bahasa dapat diteliti secara sinkronis. Inilah salah satu pandangan de Saussure yang sangat penting sehingga sekarang dapat diberikan pemerian terhadap suatu bahasa tertentu tanpa melihat sejarah bahasa itu.
b. Langue dan Parole
Langue adalah keseluruhan sistem tanda yang berfungsi sebagai alat komunikasi verbal antara para anggota suatu masyarakat bahasa, sifatnya abstrak, sedangkan yang dimaksud dengan parole adalah pemakaian atau realisasi langue oleh masing-masing anggota masyarakat bahasa; sifatnya konkret karena parole itu tidak lain adalah realitas fisik yang berbeda dari orang yang satu dengan orang yang lain. Dalam hal ini yang menjadi objek telaah linguistik adalah langue yang tentu saja juga parole karena parole itulah wujud bahasa yang konkret yang dapat diamati dan diteliti.
c. Signifiant dan Signifie
Ferdinand de Saussure mengemukakan teori bahwa setiap tanda atau tanda linguistik dibentuk oleh dua buah komponen yang tidak terpisahkan yaitu komponen signifiant dan komponen signifie. Yang dimaksud dengan signifiant adalah citra bunyi atau kesan psikologis bunyi yang timbul dalam pikiran, sedangkan signifie adalah pengertian atau kesan makna yang ada dalam pikiran. Selanjutnya, ada yang menyamakan signe itu sama dengan kata; signifie sama dengan ‘makna’; dan signifiant sama dengan bunyi bahasa dalam bentuk urutan fonem-fonem tertentu.
Sebagai tanda linguistik, signifiant dan signifie itu biasanya mengacu pada sebuah acuan atau refrensi yang berada di alam nyata sebagai sesuatu yang ditandai oleh signifie linguistique.
d. Sintagmatik dan Paradikmatik
Yang dimaksud dengan hubungan sintagmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan yang tersusun secara berurutan, bersifat linear. Hubungan sintagmatik ini terdapat baik dalam tataran fonologi, morfologi, maupun sintaksis. Hubungan sintagmatik pada tataran fonologi tampak pada urutan makna kata itu. Umpamanya pada kata kita terdapat hubungan, fonem-fonem dengan urutan /k, i, t, a/. Apabila urutannya diubah, maka maknanya akan berubah, atau tidak bermakna sama sekali.
Hubungan sintagmatik pada tataran morfologi tampak pada urutan morfem-morfem pada suatu kata, yang juga tidak dapat diubah tanpa merusak makna dari kata tersebut. Ada kemungkinan maknanya berubah, tetapi ada kemungkinan pula tak bermakna sama sekali. Misalnya makan hati tidak sama dengan hati makan, kata matahari tidak sama dengan harimata. Hubungan sintagmatik pada tataran sintaksis tampak pada urutan kata-kata yang mungkin dapat diubah, tetapi mungkin juga tidak dapat diubah tanpa mengubah makna kalimat tersebut, atau menyebabkan tak bermakna sama sekali. Sebagai contoh dapat dilihat berikut ini.
Hari ini barangkali dia sakit
Barangkali dia sakit hari ini
Dia sakit hari ini barangkali
Dia sakit barangkali hari ini
Yang dimaksud dengan hubungan paradigmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan dengan unsur-unsur sejenis yang tidak terdapat dalam tuturan yang bersangkutan. Hubungan paradigmatik dapat dilihat dengan cara substitusi, baik pada tataran fonologi, morfologi, maupun tataran sintaksis. Hubungan paradigmatik pada tataran fonologi tampak pada contoh antara bunyi /r/, /k/, /b/, /m/, dan /d/ yang terdapat pada kata rata, kata, bata, mata, dan data. Hubungan paradigmatik pada tataran morfologi tampak pada prefiks me-di-, pe-, dan te- yang terdapat pada kata-kata merawat, dirawat, perawat , dan terawat, sedangkan hubungan paradigmatik pada tataran sintaksis pada antara kata-kata yang menduduki fungsi sebjek, predikat, dan objek. Sebagai contoh dapat dilihat berikut ini.
Ali membaca koran

Dia membeli buku

Adik mengambil boneka
Adapun ciri-ciri Aliran linguistik struktural adalah: (1) Berlandaskan pada faham behaviourisme. Proses berbahasa merupakan proses rangsang-tanggap (stimulus-response); (2) Bahasa berupa ujaran. Ciri ini menunjukka bahwa hanya ujaran saja yang termasuk dalam bahasa . dalam pengajaran bahasa teori struktural melahirkan metode langsung dengan pendekatan oral. Tulisan statusnya sejajar dengan gersture; (3) Bahasa merupakan sistem tanda (signifie dan signifiant) yang arbitrer dan konvensional. Berkaitan dengan ciri tanda, bahasa pada dasarnya merupakan paduan dua unsur yaitu signifie dan signifiant. Signifie adalah unsur bahasa yang berada di balik tanda yang berupa konsep di balik sang penutur atau disebut juga makna, sedangkan signifiant adalah wujud fisik atau hanya yang berupa bunyi ujar.
Ciri selanjutnya adalah (4) bahasa merupakan kebiasaan (habit). Berdasarkan sistem habit, pembelajaran bahasa diterapkan metode drill and practice yakni suatu bentuk latihan yang terus menerus dan berulang-ulang sehingga membentuk kebiasaan; (5) Kegramatikalan berdasarkan keumuman; (6) Level-level gramatikal ditegakkan secara rapi. Level gramatikal mulai ditegakkan dari level terendah yaitu morfem sampai level tertinggi berupa kalimat. Urutan tataran gramatikalnya adalah morfem, kata, frasa, klausa, dan kalimat; (7) Analisis dimulai dari bidang morfologi; (8) Bahasa merupakan deret sintakmatik dan paradigmatik; (9) Analisis bahasa secara deskriptif, dan (10) Analisis struktur bahasa berdasarkan unsur langsung.
Sumbangsih Aliran Strukturalisme dalam Pembelajaran Bahasa
Arah pembinaan bahasa Indonesia sebagai pegangan utama dalam pengembangan pembelajaran bahasa Indonesia dituangkan dalam kurikulum bahasa Indonesia yang dikenal dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau Kurikulum 2006. Salah satu standar kompetensi dan kompetensi dasar yang diharapkan dapat dimiliki siswa SMK berdasarkan KTSP adalah berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat unggul dengan kompetensi dasar menyimak untuk memahami secara kreatif teks seni berbahasa dan teks ilmiah sederhana. Kompetensi dasar ini selanjutnya dikembangkan dalam beberapa indikator, yaitu: (1) memperlihatkan rekasi kinetik (menunjukkan sikap memperhatikan, mencatat) terhadap penayangan prosa sederhana, (2) menunjukkan reaksi verbal berupa komentar terhadap konteks penayangan prosa sederhana, (3) menceritakan kembali isi prosa yang ditayangkan dengan menggunakan kata-kata sendiri, (4) mengungkapkan unsur intrinsik prosa fiksi (tokoh, perwatakan, latar, plot, tema).
Sumbangsih aliran strukturalisme dalam pembelajaran bahasa Indonesia tampak pada asumsi yang diusung, yaitu: Pertama, bahwa prosedur kerja linguistik (struktural) dapat digunakan sebagai metode pengajaran bahasa. Asumsi ini mengisyaratkan kepada penekanan perlunya latihan berbicara dan menggunakan informan asli untuk menirukan dan latihan lafal. Melalui latihan-latihan pasangan minimal siswa berlatih membedakan fonem-fonem, dan berusaha menghasilkan fonem dalam cara pasangan minimal yang dapat dikenali penutur asli. Setelah itu siswa mempelajari isyarat-isyarat gramatikal (morfem, kata tugas, urutan kata), melalui berbagai-bagai latihan subtitusi dan perluasan dalam bentuk pola-pola latihan (drill).
Asumsi ini memang tampak jelas pada pembelajaran bahasa Inggris di sekolah taman Kanak-Kanak atau di SD kelas rendah. Akan tetapi, untuk pembelajaran bahasa Indonesia, asumsi ini tampak ketika guru sedang mengajarkan kalimat, yang dimulai dari pengenalan kata-kata atau nama-nama barang di sekitar siswa. Guru lebih dulu memperkenalkan kata sebelum kalimat. Pola-pola kalimat dengan berbagai bentuk juga diajarkan guru bahasa Indonesia di sekolah dasar dan menengah.
Kita dapat mengidentifikasikan aspek-aspek aliran struktural yang berpengaruh dalam pengajaran bahasa terutama metode audio-lingual. Terdapat penekanan yang lebih besar terhadap berbicara daripada menulis, dalam tahap awal metode audio-lingual. Hal ini disadari oleh asumsi kedua yang menyatakan bahwa materi pengajaran bahasa harus disajikan dalam bentuk latihan berbicara sebelum siswa diperkenalkan dengan latihan menulis. Pada tahap awal keterampilan berbahasa berbicara dan menyimak dianggap lebih penting, dan baru kemudian membaca dan menulis.
Hal ini tampak pada pembelajaran bahasa di sekolah Taman kanak-kanan (TK). Anak-anak TK lebih banyak diajak untuk berkomunikasi secara lisan dengan menggunakan bahasa Indonesia. Anak TK tidak ditekankan pada pembelajaran membaca dan menulis. Anak TK dan SD kelas rendah lebih banyak diberi tugas untuk bercerita pengalaman pribadi, menyimak cerita dari guru, atau berkomunikasi lisan dengan teman sebaya.
Linguistik struktural tidak terlalu memperhatikan makna. Dalam analisis bahasa, mereka tidak membentuk-bentuk yang mirip. Oleh karena itu, asumsi ketiga yang disodorkan adalah bahwa tidaklah penting bagaimana makna itu diperoleh siswa. Makna itu dapat ditanyakan saja langsung kepada penutur asli.
Asumsi yang keempat menyatakan bahwa tidak perlu menyajikan gradasi dan urutan kekomplekan gramatikal pada materi yang dipelajari siswa. Asumsi ini berdasarkan kepada tesis dalam analisis struktural bahwa ahli bahasa hanya memiliki kontrol yang sedikit terhadap kekomplekan data yang diperoleh dari informannya. Apabila ahli bahasa itu menemukan data (ujaran) yang terlalu kompleks, cenderung menghindar atau dipilih dari yang tidak komplek. Dalam pengajaran bahasa mereka berpendapat bahwa struktur yang kompleks akan menyulitkan siswa dalam proses memorinya.
Salah satu alasan mengapa kaum strukturalis kurang memperhatikan makna dalam analisisnya karena mereka berpendapat bahwa makna ini bersifat abstrak, tidak dapat diindra. Makna ini hanya ada dalam pikiran sehingga makna dianggap bersifat subjektif. Ilmuwan mestilah mengamati fenomena dan baru mempelajarinya. Tegasnya ilmuwan harus mempelajari apa yang bisa diamati. Sikap yang demikian melahirkan asumsi yang kelima yang menyatakan bahwa bahasa itu adalah tingkah laku dan tingkah laku dapat dipelajara dengan cara melakukan. Oleh karena itu, siswa mempelajari bahasa dengan cara melakukan respon dalam praktek-praktek latihan kegiatan berbahasa dan penguatan bagi respon yang benar.
Asumsi yang terakhir ini sesungguhnya hasil dari analisis kaum psikologi behavioris. Orang dapat mendiskusikan lebih lanjut tentang teknik pengajaran bahasa melalui respon dari penguatan ini. Asumsi-asumsi di atas terutama asumsi ketiga dan keempat banyak mengandung perdebatan di kalangan guru bahasa, sedangkan asumsi yang kelima telah diserang langsung penganut tata bahasa generatif.
Penutup
Pada prinsipnya, sebuah aliran pasti memiliki keunggulan dan kelemahan, begitu juga dengan aliran strukturalisme. Sebagai contoh, Metode drill yang ditawarkan pada aliran ini sudah kurang cocok untuk SD kelas tinggi dan sekolah lanjutan. Kelemahan yang lain misalnya pembentukan kebiasaan (habit formation) antara lain adalah bahwa siswa tidak dilatih menggunakan kalimat (struktur) dalam situasi komunikasi yang aktual. Namun kekuatannya juga ada, yaitu penguasaan akan kaidah-kaidah yang dipelajari oleh siswa sangat besar. Untuk itu, seorang guru bahasa Indonesia harus mampu memformulasikan berbagai aliran dalam melaksanakan tugasnya agar siswanya

Imron Kecil 2

Imron Kecil 2

        Imron kecil memang hidup serba kekurangan. Sebagai pegawai rendahan, kedua orang tuaku menghidupi enam anaknya. Aku masih ingat ketika ibuku harus menyuruh hutang tetangga karena sudah tidak ada lagi yang dimakan. Tetapi, ayahku selalu menolak untuk berhutang. Kalau ini terjadi, sudah dapat dipastikan ada pertengkaran kecik kedua orang tuaku. Ayahku adalah orang yang takut berhutang, dan saat itu pulalah ibuku akan menangis. Akhirnya ibuku harus berjualan jajan rentengan untuk menambah penghasilan orang tuaku.
     Imron kecil selalu ingat ketika harus disuruh-suruh orang kampung untuk mendapatkan uang jajan. Imron yang tinggal di sidotopo Surabaya, kampung kecil di daerah pinggiran, tidak memiliki apa-apa selain tempat tinggal sederhana. Rumah yang terbuat dari diding sesek (anyaman bambu) ditempati delapan orang. Saya harus bisa hidup sesuai dengan kemampuan kedua orang tuaku. Imron kecil masih ingat ketika saya harus melihat ibuku yang sedang mencuci nasi basi agar bisa digoreng dengan garam. Nasi inilah yang bisa disantap adik dan kakakku.
        Imron kecil masih ingat ketika kedua orang tuaku mendidikku dengan disiplin dan keras. Aku harus mengaji dua kali dalam sehari, pukul 4 sebelum subuh aku harus ke mushollah, begitu juga sebelum Maghrib. Didikan orang tuaku itulah yang membuat aku bisa mengaji dan menjalankan semua perintah Allah. Ketika masuk usia sekolah, saya dimasukkan di SD negeri yang agak jauh dari rumah. Aku tidak mengerti mengapa hanya saya yang bersekolah agak jauh.
        Aku mulai bersekolah dengan berjalan kaki, sekita 30 menit baru bisa sampai. Aku ingat sepatu saya. Ibu bisa membelikan sepatu yang lebih besar dari ukuran kakiku. Aku yakin bukan karena nomor sepatuku tidak ada. Tapi aku yakin ada maksud dari kedua orang tuaku. Dengan ukuran yang relative lebih besar, ibuku tidak harus membelikan sepatuku setiap tahun. Ibuku selalu memberi gombal (bercak kain tidak terpai) di dalam bagian depan sepatuku agar sepatuku tidak terlepas ketika dipakai.
        Aku juga masih ingat ketika harus menyiapkan karet untuk kaos kakiku. Kaos kaki yang dibeli di pasar emperan tentunya tidak memiliki kualitas yang baik. Kaos kakiku selalu terpakai bertahun-tahun. Karet yang sudah longgar dapat diatasi dengan memberi karet gelang. Kaos yang sudah berlubang tidak membuat ibuku harus membelikan yang baru. Itu dilakukan agar senua anak-anaknya bisa bersekolah dan bisa makan, meskipun dengan makanan yang sangat sederhana.
        Kata-kata ibuku yang sampai sekarang sulit saya lupakan ketika makan adalah “im, jangan makan ikan banyak-banyak. Nanti kamu cacingan.” Aku nurut saja ketika ibuku harus memotong tahu menjadi empat untuk dibagikan ke anak-anaknya. Sisa lauk biasanya dimasukkan ke dalam almari yang dikunci. Saya juga masih ingat ketika adikku harus menyelipkan tahunya di bawah nasinya agar dapat tahu lagi. Tapi adikku yang satu ini sekarang juga sudah bergelar master dan menjadi widyaiswara di Depag Jatim. Meskipun saya tidak makan ikan banyak, tetap saja saya sering cacingan. Maaf, bahkan kadang keluar sendiri ketika saya harus buang air besar. Bersambung ………..

RPP

Lampiran 4
MODEL 1


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SMA
KODE KD : M.11.1


NAMA SEKOLAH SMA NEGERI 2 PASURUAN
MATA PELAJARAN Bahasa Indonesia
KELAS/SEMESTER XI/5 (ganjil)
PROGRAM IPA/IPS
ASPEK PEMBELAJARAN Membaca
STANDAR KOMPETENSI Memahami ragam wacana tulis dengan membaca cepat dan membaca intensif
KOMPETENSI DASAR Mengungkapkan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kata per menit
INDIKATOR • Mampu meningkatkan kemampuan gerak mata
• Mampu meningkatkan daya konsentrasi
• Mampu meningkatkan daya ingat
• Mampu meningkatkan KEM siswa sampai 300 kpm
ALOKASI WAKTU 3 x 45 menit (1 pertemuan)

TUJUAN PEMBELAJARAN
TUJUAN • Siswa mampu mengoperasikan software MC
• Siswa mampu meningkatkan kemampuan gerak mata
• Siswa mampu meningkatkan daya konsentrasi
• Siswa mampu meningkatkan daya ingat
• Siswa mampu meningkatkan KEM siswa sampai 300 kpm


KARAKTER YANG DIHARAPKAN
KARAKTER • Kerja keras
• Menghargai prestasi
• Gemar membaca

MATERI PEMBELAJARAN
MATERI POKOK
PEMBELAJARAN
MENGUNGKAPKAN POKOK-POKOK ISI BACAAN
DENGAN TEKNIK MEMBACA CEPAT

‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗

Pembelajaran Kesatu

Kompetensi Dasar

Mengungkapkan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kata per menit

Indikator
        a. Mampu meningkatkan kemampuan gerak mata
        b. Mampu meningkatkan daya konsentrasi
        c. Mampu meningkatkan daya ingat
        d. Mampu menemukan pokok-pokok isi teks dengan
            membaca cepat 300 kata per menit

Berbagai sumber informasi terus mengalir di era global ini, baik melalui media elektronik maupun non-elektronik. Salah satu sumber informasi non-elektronik adalah buku. Dalam sebuah buku terdapat berbagai bahan bacaan. Agar semua bacaan dapat dipahami secara cepat, Anda harus memiliki kemampuan menemukan pokok-pokok isi bacaan dengan membaca cepat di atas 300 kpm. Kemampuan ini tidak dapat diperoleh tanpa berlatih. Nah, dalam pembelajaran kali ini Anda diajak untuk berlatih membaca cepat secara terpandu dengan menggunakan software MC.

Ringkasan Materi
             Kemampuan membaca cepat adalah kemampuan menyelesaikan pembacaan sebuah bahan bacaan yang diikuti dengan pemahaman yang memadai. Ukuran kecepatan membaca adalah kata per menit (kpm), yaitu ada berapa kata yang dapat Anda baca setiap menitnya. Kecepatan membaca siswa SMA kelas XI diharapkan ± 300 kpm setelah digabungkan dengan skor pemahaman siswa terhadap isi bacaan. Pemahaman terhadap bacaan dinilai memadai jika Anda dapat menjawab pertanyaan sekitar 75%.
             Untuk memahami isi bacaan, Anda perlu memperhatikan isi pokok dalam setiap paragraf. Anda perlu memperhatikan angka-angka maupun penjelasan penting dalam bacaan. Pada umumnya, isi penting dalam bacaan dapat ditemukan di awal paragraf.
             Bagaimana meningkatkan kecepatan membaca Anda? Apabila Anda merasa bahwa kecepatan membaca Anda belum memadai, cobalah untuk berlatih meningkatkannya KEM Anda dengan menggunakan software MC. Adapun langkah-langkah menggunakan software MC sebagai berikut.
    1. Klik Start – All Program – Kem – Kem.
    2. Masukkan User dan Password dengan:
        User         : IMRON.
        Password : 1966.
    3. Lakukan input peserta dengan meng-klik INPUT DATA,
        kemudian pilih dan klik INPUT DAFTAR PESERTA.         Apabila nama siswa sudah di-input oleh guru, siswa tinggal         mengisi kode, lalu enter. Identitas siswa akan muncul..
    4. Melakukan pelatihan awal dengan meng-klik Latihan Awal.
        Pada latihan ini, siswa dapat melakukan pelatihan sebanyak         11 bagian dan semua sudah ada petunjuknya. Siswa dapat         juga melakukan pelatihan awal secara per bagian,         berdasarkan keinginan siswa.
    5. Melakukan kegiatan pengukuran KEM dengan meng-klik         Latihan Soal, kemudian pilih dan klik Latihan Kecepatan         Efektif Membaca, maka akan keluar aplikasi yang         diharapkan.
    6. Masukkan nomor peserta, pilih Kode file atas Bacaan yang         diinginkan, kemudian klik tombol mulai membaca. Apabila         sudah selesai membaca, klik tombol berhenti membaca dan         klik tombol mengerjakan soal.
    7. Perhatikan hasil KEM Anda dan rekomendasi KEM Anda. .
.
Uji Kompetensi 1
    1. Meningkatkan Kemampuan Mata
         a. Ikutilah gerakan lingkaran hitam berikut dengan gerak              mata Anda masing-masing selama 20 detik! .

         b. Ikutilah gerakan hitam berbentuk bintang ini dengan              gerakan mata Anda selama 20 detik! .

    2. Meningkatkan Konsentrasi
        a. Temukan kata yang sama, kemudian klik kata yang sama             dengan cepat dan catat waktu tempuh Anda dan berapa             kesalahannya!

         b. Pandanglah gambar berikut dan hitunglah dengan cepat              dengan mengisi kotak di bawahnya! Lihat waktu yang              Anda butuhkan!

    3. Meningkatkan Kemampuan Daya Ingat
        a. Pandanglah angka-angka berikut dan ingatlah            angka-angka tersebut selama 30 detik! Tuliskan angka            yang Anda ingat pada kotak yang telah tersedia!

        b. Pandanglah gambar di bawah ini selama 30 detik,             kemudian ingatlah gambar-gambar tersebut! Usahakan             daya ingat Anda 75% atau tidak kurang dari 12 benda!

Uji Kompetensi 2

Menemukan pokok-pokok isi bacaan dengan Membaca Cepat 300 Kata per Menit
Lakukan pengukuran kecepatan membaca Anda dengan kegiatan pembelajaran sebagai berikut!
1. Bukalah software MC! !
2. Lakukan pelatihan awal sebelum mengukur KEM Anda! !
3. Klik soal dan klik latihan KEM! !
4. Lakukan beberapa kali dan catat perkembangan KEM Anda! !
5. Kirimkan hasil KEM Anda ke email guru Anda! !
Rumus
             K. 60
KEM = ––––––
             Wd

Keterangan
KEM: Kec. Efektif Membaca
K : jumlah kata
Wd : waktu dlm detik


METODE PEMBELAJARAN
CeramahTeknik membaca cepat dengan memperhatikan pokok-pokok
isi bacaan
-Diskusi Kelompok-
-Tanya Jawab-
Penugasan<./td>● Mengukur KEM
Demonstrasi● Menggerakkan mata
● Meningkatkan konsentrasi
● Meningkatkan daya ingat
● Membaca cepat untuk mencari pokok-pokok isi bacaan
● Mengukur KEM

KEGIATAN PEMBELAJARAN
TAHAPKEGIATAN PEMBELAJARAN
KEGIATAN AWAL
(Apersepsi/Motivasi)
20 menit
● Guru mengajak siswa menuju ruang komputer
● Siswa berdoa sebelum pelajaran dimulai
● Guru mempresensi siswa
● Guru memberikan informasi tentang KD yang akan dicapai
● Guru menanyakan kepada siswa tentang hal-hal yang yang sudah diketahui tentang membaca cepat
KEGIATAN INTI
100 menit
A. Eksplorasi
• Siswa mendapatkan stimulus berupa penjelasan guru tentang teknik membaca cepat sebuah bacaan.
• Siswa mendapatkan stimulus berupa penjelasan guru tentang teknik membaca cepat berbasis e-Learning melalui LCD di dalam laboratorium komputer.
• Siswa menanyakan hal-hal yang belum dipahami, khususnya tentang pengoperasian software MC dalam pembelajaran membaca cepat. .
• Siswa mempraktikkan cara mengoperasikan software MC melalui kegiatan berdiskusi dengan teman sekelasnya. .
.
B. Elaborasi.
• Siswa membuka software MC untuk melakukan pembelajaran membaca cepat berbasis e-Learning.
• Siswa melakukan pelatihan awal dengan melihat titik hitam secara cepat.
• Siswa menjumlah gambar yang disusun secara vertikal secara cepat.
• Siswa memberi tanda dengan cepat pada kata yang sama dengan kata kunci.
• Siswa melakukan pengukuran KEM dengan memulai kegiatan dengan memilih identitas dirinya.
• Siswa mulai membaca bacaan yang telah ditentukan guru , yaitu Dugem, Apa Perlu? secara cepat. .
• Siswa melakukan pengukuran pemahaman dengan mengisi pertanyaan yang sesuai dengan bacaan.
• Siswa memperhatikan hasil KEM dan rekomendasi terhadap tingkatan KEM yang diperoleh. .
.
A. Konfirmasi • Siswa mendapat penjelasan guru tetang KEM yang dimiliki .
• Siswa yang memiliki KEM tertinggi mendapatkan reward dari guru.
KEGIATAN AKHIR
15 menit
• Guru bersama siswa menyimpulkan kelemahan siswa dalam melakukan kegiatan membaca cepat.
• Siswa mendapat tugas untuk melakukan pelatihan berulang-ulang di rumah dan melaporkan hasil perkembangan KEM-nya ke email guru.
• Guru memberi komentar terhadap perkembangan KEM siswa melalui email siswa
>

SUMBER BELAJAR
Pustaka rujukan • Majalah yang memuat berbagai artikel populer
• Surat kabar Jawa Pos atau lainnya yang memuat artikel
• Internet untuk mencari bahan bacaan
• Buku Teks SMA
Material: VCD,
kaset, poster
Software MC
Media cetak dan
elektronik
Berbagai bahan bacaan berupa artikel populer
Website internetSoftware MC (online)
• Bacaan berupa artikel populer
• Teori tentang teknik membaca cepat
• Pengiriman hasil kerja siswa ke email guru
-Narasumber
-Model peraga
-Lingkungan

PENILAIAN
TEKNIK DAN BENTUK-Tes Lisan
Tes Tertulis
Observasi Kinerja/Demonstrasi
-Tagihan Hasil Karya/Produk: tugas individu
-Pengukuran Sikap
Penilaian diri
INSTRUMEN /SOAL● Soal pemahaman isi bacaan
RUBRIK/KRITERIA
PENILAIAN/BLANGKO
OBSERVASI
● Blanko Tingkat KEM Siswa


A. Lembar Kerja Siswa
       1. Lakukan pelatihan awal untuk meningkatkan kemampuan gerak mata, daya konsentrasi, dan daya ingat Anda dalam pembelajaran membaca cepat berbasis e-Learning dengan menggunakan software MC!

       2. Lakukan pengukuran KEM Anda dengan membaca bacaan berjudul Dugem, Apa Perlu? pada software MC!

       3. Bagaimana tingkat KEM Anda?

B. Instrumen Penilaian

Instrumen Penilaian Guru terhadap Tingkat KEM Siswa

NAMA SISWA        : ....................................
KELAS/NOMOR : ....................................

NOKEMREKOMENDASI
1.Di bawah 250 kpmAnda dikatagorikan pembaca lambat. Kecepatan membaca Anda di bawah rata-rata, dan hal ini akan menjadi masalah terhadap belajar Anda sehari-hari. Anda masih banyak kesempatan untuk meningkat-kan kemampuan membaca Anda. Anda perlu berlatih lebih giat lagi.
2.250 kpm - 400 kpm Anda dikatagorikan pembaca sedang: Kebanyakan orang masuk kategori ini. Anda membaca dengan subvocalization, yang berarti ada ucapan internal (mengeja dalam hati) yang terjadi ketika Anda membaca. Membaca cepat Anda dapat lebih ditingkatkan dengan menghilangkan subvocalization dan mencari teknik membaca cepat lainnya. Anda masih perlu berlatih lagi.
3.400 kpm - 450 kpm Anda dikatagorikan pembaca standar. Kecepatan membaca Anda sudah cukup dalam arti Anda tidak perlu memaksakan diri dan Anda tetap dapat menjaga kecepatan membaca Anda secara normal. Beberapa teknik membaca cepat pasti dapat membantu untuk mempertahankan kemampuan Anda. Anda beruntung telah memiliki kecepatan membaca di atas rata-rata. Anda bisa berlatih lagi.
4.450 kpm – 600 kpm Anda dikatagorikan pembaca tingkat tinggi. Kecepatan membaca Anda tinggi dan dapat dicapai hanya kurang dari 1 persen dari penduduk dunia, meskipun masih banyak yang menganggap lebih besar dari itu. Dengan kemampuan alami, Anda secara unik diposisikan langsung ke dalam kategori pembaca kecepatan tertinggi dengan menerapkan teknik-teknik membaca khusus yang diperuntukkan bagi orang-orang maju seperti Anda. Selamat Anda mendapat hidayah dari Allah.


Mengetahui,
Kepala SMAN 2 Pasuruan                                                                      Peneliti,



Drs, Syarnali                                                                                        Imron Rosidi



MODEL 2


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SMA
KODE KD : M.11.1


NAMA SEKOLAH SMA NEGERI 2 PASURUAN
MATA PELAJARAN Bahasa Indonesia
KELAS/SEMESTER XI/5 (ganjil)
PROGRAM IPA/IPS
ASPEK PEMBELAJARAN Membaca
STANDAR KOMPETENSI Memahami ragam wacana tulis dengan membaca cepat dan membaca intensif
KOMPETENSI DASAR Mengungkapkan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kata per menit
INDIKATOR • Mampu meningkatkan kemampuan gerak mata
• Mampu meningkatkan daya konsentrasi
• Mampu meningkatkan daya ingat
• Mampu meningkatkan KEM siswa sampai 300 kpm
ALOKASI WAKTU 3 x 45 menit (1 pertemuan)

TUJUAN PEMBELAJARAN
TUJUAN • Siswa mampu mengoperasikan software MC
• Siswa mampu meningkatkan kemampuan gerak mata
• Siswa mampu meningkatkan daya konsentrasi
• Siswa mampu meningkatkan daya ingat
• Siswa mampu meningkatkan KEM siswa sampai 300 kpm


KARAKTER YANG DIHARAPKAN
KARAKTER • Kerja keras
• Menghargai prestasi
• Gemar membaca

MATERI PEMBELAJARAN
MATERI POKOK
PEMBELAJARAN
MENGUNGKAPKAN POKOK-POKOK ISI BACAAN
DENGAN TEKNIK MEMBACA CEPAT

‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗

Pembelajaran Kesatu

Kompetensi Dasar

Mengungkapkan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kata per menit

Indikator
        a. Mampu meningkatkan kemampuan gerak mata
        b. Mampu meningkatkan daya konsentrasi
        c. Mampu meningkatkan daya ingat
        d. Mampu menemukan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kata per menit

Berbagai sumber informasi terus mengalir di era global ini, baik melalui media elektronik maupun non-elektronik. Salah satu sumber informasi non-elektronik adalah buku. Dalam sebuah buku terdapat berbagai bahan bacaan. Agar semua bacaan dapat dipahami secara cepat, Anda harus memiliki kemampuan menemukan pokok-pokok isi bacaan dengan membaca cepat di atas 300 kpm. Kemampuan ini tidak dapat diperoleh tanpa berlatih. Nah, dalam pembelajaran kali ini Anda diajak untuk berlatih membaca cepat secara terpandu dengan menggunakan software MC.

Ringkasan Materi
             Kemampuan membaca cepat adalah kemampuan menyelesaikan pembacaan sebuah bahan bacaan yang diikuti dengan pemahaman yang memadai. Ukuran kecepatan membaca adalah kata per menit (kpm), yaitu ada berapa kata yang dapat Anda baca setiap menitnya. Kecepatan membaca siswa SMA kelas XI diharapkan ± 300 kpm setelah digabungkan dengan skor pemahaman siswa terhadap isi bacaan.
        Untuk dapat membaca secara cepat dan efektif, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu penghambat membaca cepat dan teknik membaca dengan tepat. Kedua hal tersebut akan disajikan di bawah ini.

      Penghambat membaca cepat
      1. Vokalisasi yaitu membaca dengan bersuara.
      2. Gerakan bibir yaitu mengucapkan kata demi kata apa yang dibaca dengan menggerakkan bibir.
      3. Gerakan kepala, artinya menggerakkan kepala dari kiri ke kanan untuk dapat membaca baris-baris bacaan secara lengkap.
      4. Menunjuk dengan jari, artinya menunjuk dengan jari kata demi kata yang dibacanya.
      5. Regresi, artinya mata bergerak kembali ke belakang untuk membaca ulang suatu kata atau beberapa kata sebelumnya.
      6. Subvokalisasi, yaitu melafalkan dalam batin /pikiran kata-kata yang dibaca.

      Teknik membaca cepat secara tepat
      1. Bacalah teks pada kelompok-kelompok kata, bukan kata demi kata!
      2. Hindari mengulang-ulang kata atau kelompok kata yang telah dibaca! Meskipun Anda ragu dengan makna kata tertentu, teruskan saja sebab makna kata itu nanti akan muncul dengan sendirinya.
      3. Hindari berhenti lama di awal baris atau kalimat. Hal itu dapat memutuskan hubungan makna antarkalimat atau antarparagraf. Selain itu, Anda bisa lupa dengan apa yang baru dibaca. Berhentilah agak lama di akhir-akhir bab, atau subbab atau bila ada judul baru!
      4. Temukan kata-kata kunci yang menjadi tanda awal dari adanya gagasan utama sebuah kalimat!
      5. Abaikan kata-kata tugas yang sifatnya berulang-ulang, misalnya yang, di, dari, pada, dan kepada, untuk, dan sebagainya.
      6. Apabila bacaannya ditulis dalam kolom-kolom kecil (seperti di surat kabar), arah gerak mata bukan ke samping secara horisontal, tetapi ke bawah (vertikal) atau melingkar-lingkar.

             Bagaimana meningkatkan kecepatan membaca Anda? Apabila Anda merasa bahwa kecepatan membaca Anda belum memadai, cobalah untuk berlatih meningkatkannya KEM Anda dengan menggunakan software. MC Adapun langkah-langkah menggunakan software MC sebagai berikut.
    1. Klik Start – All Program – Kem – Kem.
    2. Masukkan User dan Password dengan: .
        User : IMRON.
            Password : 1966.
    3. Lakukan input peserta dengan meng-klik INPUT DATA, kemudian pilih dan klik INPUT DAFTAR PESERTA. Apabila nama siswa sudah di-input oleh guru, siswa tinggal mengisi kode, lalu enter. Identitas siswa akan muncul..

    4. Melakukan pelatihan awal dengan meng-klik Latihan Awal. Pada latihan ini, siswa dapat melakukan pelatihan sebanyak 11 bagian dan semua sudah ada petunjuknya. Siswa dapat juga melakukan pelatihan awal secara per bagian, berdasarkan keinginan siswa.
.
    5. Melakukan kegiatan pengukuran KEM dengan meng-klik Latihan Soal, kemudian pilih dan klik Latihan Kecepatan Efektif Membaca, maka akan keluar aplikasi yang diharapkan. .
.
    6. Masukkan nomor peserta, pilih Kode file atas Bacaan yang diinginkan, kemudian klik tombol mulai membaca. Apabila sudah selesai membaca, klik tombol berhenti membaca dan klik tombol mengerjakan soal..

    7. Perhatikan hasil KEM Anda dan rekomendasi KEM Anda! .
.
Uji Kompetensi 1
    a. Meningkatkan Kemampuan Mata
         1. Ikutilah gerakan lingkaran hitam berikut dengan gerak mata Anda masing-masing selama 20 detik! .

         2. Ikutilah gerakan hitam berbentuk bintang ini dengan gerakan mata Anda selama 20 detik! .

    b. Meningkatkan Konsentrasi
        1. Temukan kata yang sama, kemudian klik kata yang sama dengan cepat dan catat waktu tempuh Anda dan berapa kesalahannya!

         2. Pandanglah gambar berikut dan hitunglah dengan cepat dengan mengisi kotak di bawahnya! Lihat waktu yang Anda butuhkan!

    c. Meningkatkan Kemampuan Daya Ingat
        1. Pandanglah angka-angka berikut dan ingatlah angka-angka tersebut selama 30 detik! Tuliskan angka yang Anda ingat pada kotak yang telah tersedia!

        2. Pandanglah gambar di bawah ini selama 30 detik, kemudian ingatlah gambar-gambar tersebut! Usahakan daya ingat Anda 75% atau tidak kurang dari 12 benda!

Uji Kompetensi 2
Menemukan pokok-pokok isi bacaan dengan Membaca Cepat 300 Kata per Menit
Lakukan pengukuran kecepatan membaca Anda dengan kegiatan pembelajaran sebagai berikut!
a. Bukalah software MC! !
b. Lakukan pelatihan awal sebelum mengukur KEM Anda! !
c. Klik soal dan klik latihan KEM! !
d. Lakukan beberapa kali dan catat perkembangan KEM Anda! !
e. Kirimkan hasil KEM Anda ke email guru Anda! !
Rumus
             K. 60
KEM = ––––––
             Wd

Keterangan
KEM: Kec. Efektif Membaca
K : jumlah kata
Wd : waktu dlm detik


METODE PEMBELAJARAN
CeramahTeknik membaca cepat dengan memperhatikan pokok-pokok
isi bacaan
-Diskusi Kelompok-
-Tanya Jawab-
Penugasan<./td>● Mengukur KEM
Demonstrasi● Menggerakkan mata
● Meningkatkan konsentrasi
● Meningkatkan daya ingat
● Membaca cepat untuk mencari pokok-pokok isi bacaan
● Mengukur KEM

KEGIATAN PEMBELAJARAN
TAHAPKEGIATAN PEMBELAJARAN
KEGIATAN AWAL
(Apersepsi/Motivasi)
20 menit
● Siswa menuju ruang komputer
● Siswa berdoa sebelum pelajaran dimulai
● Guru mempresensi siswa
● Guru memberikan informasi tentang KD yang akan dicapai
● Guru menanyakan kepada siswa tentang hal-hal yang yang sudah diketahui tentang membaca cepat
KEGIATAN INTI
100 menit
A. Eksplorasi
• Siswa mendapatkan stimulus berupa penjelasan guru tentang teknik membaca cepat yang efektif sebuah bacaan.
• Siswa mendapatkan stimulus berupa penjelasan guru tentang teknik membaca cepat berbasis e-Learning melalui LCD di dalam laboratorium komputer.
• Siswa menanyakan hal-hal yang belum dipahami, khususnya tentang pengoperasian software MC dalam pembelajaran membaca cepat. .
• Siswa mempraktikkan cara mengoperasikan software MC melalui kegiatan berdiskusi dengan teman sekelasnya.

B. Elaborasi.
• Siswa membuka software MC untuk melakukan pembelajaran membaca cepat berbasis e-Learning.
• Siswa melakukan pelatihan gerak mata dengan melihat titik hitam secara cepat.
• Siswa melakukan pelatihan konsentrasi dengan menjumlah gambar yang disusun secara vertikal secara cepat.
• Siswa memberi tanda dengan cepat pada kata yang sama dengan kata kunci.
• Siswa melakukan pelatihan daya ingat dengan menuliskan kembali angka dan gambar yang telah dilihat dan dibaca • Siswa melakukan pengukuran KEM dengan memulai kegiatan dengan menuliskan identitas.
• Siswa memilih bacaan sesuai dengan tingkat kelas XI, yaitu tingkat 4.
• Siswa mulai membaca bacaan yang dipilih secara cepat. • Siswa melakukan pengukuran pemahaman dengan mengisi pertanyaan yang sesuai dengan bacaan • Siswa memperhatikan hasil KEM dan rekomendasi terhadap tingkatan KEM yang diperoleh.
.
C. Konfirmasi
• Siswa mendapat penjelasan guru tetang KEM yang dimiliki .
• Siswa yang memiliki KEM tertinggi mendapatkan reward dari guru.
KEGIATAN AKHIR
15 menit
• Guru bersama siswa menyimpulkan kelemahan siswa dalam melakukan kegiatan membaca cepat.
• Siswa mendapat tugas untuk melakukan pelatihan berulang-ulang di rumah dan melaporkan hasil perkembangan KEM-nya ke email guru.
• Guru memberi komentar terhadap perkembangan KEM siswa melalui email siswa
>

SUMBER BELAJAR
Pustaka rujukan • Majalah yang memuat berbagai artikel populer
• Surat kabar Jawa Pos atau lainnya yang memuat artikel
• Internet untuk mencari bahan bacaan
• Buku Teks SMA
Material: VCD,
kaset, poster
Software MC
Media cetak dan
elektronik
Berbagai bahan bacaan berupa artikel populer
Website internetSoftware MC (online)
• Bacaan berupa artikel populer
• Teori tentang teknik membaca cepat
• Pengiriman hasil kerja siswa ke email guru
-Narasumber
-Model peraga
-Lingkungan

PENILAIAN
TEKNIK DAN BENTUK-Tes Lisan
Tes Tertulis
Observasi Kinerja/Demonstrasi
-Tagihan Hasil Karya/Produk: tugas individu
-Pengukuran Sikap
Penilaian diri
INSTRUMEN /SOAL● Soal pemahaman isi bacaan
RUBRIK/KRITERIA
PENILAIAN/BLANGKO
OBSERVASI
● Blanko Tingkat KEM Siswa


A. Lembar Kerja Siswa
       1. Lakukan pelatihan awal untuk meningkatkan kemampuan gerak mata, daya konsentrasi, dan daya ingat Anda dalam pembelajaran membaca cepat berbasis e-Learning dengan menggunakan software MC!

       2. Lakukan pengukuran KEM Anda dengan membaca bacaan berjudul Dugem, Apa Perlu? pada software MC!

       3. Bagaimana tingkat KEM Anda?

B. Instrumen Penilaian

Instrumen Penilaian Guru terhadap Tingkat KEM Siswa

NAMA SISWA        : ....................................
KELAS/NOMOR : ....................................

NOKEMREKOMENDASI
1.Di bawah 250 kpmAnda dikatagorikan pembaca lambat. Kecepatan membaca Anda di bawah rata-rata, dan hal ini akan menjadi masalah terhadap belajar Anda sehari-hari. Anda masih banyak kesempatan untuk meningkat-kan kemampuan membaca Anda. Anda perlu berlatih lebih giat lagi.
2.250 kpm - 400 kpm Anda dikatagorikan pembaca sedang. Kebanyakan orang masuk kategori ini. Anda membaca dengan subvocalization, yang berarti ada ucapan internal (mengeja dalam hati) yang terjadi ketika Anda membaca. Membaca cepat Anda dapat lebih ditingkatkan dengan menghilangkan subvocalization dan mencari teknik membaca cepat lainnya. Anda masih perlu berlatih lagi.
3.400 kpm - 450 kpm Anda dikatagorikan pembaca standar. Kecepatan membaca Anda sudah cukup dalam arti Anda tidak perlu memaksakan diri dan Anda tetap dapat menjaga kecepatan membaca Anda secara normal. Beberapa teknik membaca cepat pasti dapat membantu untuk mempertahankan kemampuan Anda. Anda beruntung telah memiliki kecepatan membaca di atas rata-rata. Anda bisa berlatih lagi.
4.450 kpm – 600 kpm Anda dikatagorikan pembaca tingkat tinggi. Kecepatan membaca Anda tinggi dan dapat dicapai hanya kurang dari 1 persen dari penduduk dunia, meskipun masih banyak yang menganggap lebih besar dari itu. Dengan kemampuan alami, Anda secara unik diposisikan langsung ke dalam kategori pembaca kecepatan tertinggi dengan menerapkan teknik-teknik membaca khusus yang diperuntukkan bagi orang-orang maju seperti Anda. Selamat Anda mendapat hidayah dari Allah.


Mengetahui,
Kepala SMAN 2 Pasuruan                                                                      Peneliti,



Drs, Syarnali                                                                                           Imron Rosidi



MODEL 3


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SMA
KODE KD : M.11.1


NAMA SEKOLAH SMA NEGERI 2 PASURUAN
MATA PELAJARAN Bahasa Indonesia
KELAS/SEMESTER XI/5 (ganjil)
PROGRAM IPA/IPS
ASPEK PEMBELAJARAN Membaca
STANDAR KOMPETENSI Memahami ragam wacana tulis dengan membaca cepat dan membaca intensif
KOMPETENSI DASAR Mengungkapkan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kata per menit
INDIKATOR • Mampu meningkatkan kemampuan gerak mata
• Mampu meningkatkan daya konsentrasi
• Mampu meningkatkan daya ingat
• Mampu meningkatkan KEM siswa sampai 300 kpm
ALOKASI WAKTU 3 x 45 menit (1 pertemuan)

TUJUAN PEMBELAJARAN
TUJUAN • Siswa mampu mengoperasikan software MC
• Siswa mampu meningkatkan kemampuan gerak mata
• Siswa mampu meningkatkan daya konsentrasi
• Siswa mampu meningkatkan daya ingat
• Siswa mampu meningkatkan KEM siswa sampai 300 kpm


KARAKTER YANG DIHARAPKAN
KARAKTER • Kerja keras
• Menghargai prestasi
• Gemar membaca

MATERI PEMBELAJARAN
MATERI POKOK
PEMBELAJARAN
MENGUNGKAPKAN POKOK-POKOK ISI BACAAN
DENGAN TEKNIK MEMBACA CEPAT

‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗

Pembelajaran Kesatu

Kompetensi Dasar

Mengungkapkan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kata per menit

Indikator
        a. Mampu meningkatkan kemampuan gerak mata
        b. Mampu meningkatkan daya konsentrasi
        c. Mampu meningkatkan daya ingat
        d. Mampu menemukan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kata per menit
Berbagai sumber informasi terus mengalir di era global ini, baik melalui media elektronik maupun non-elektronik. Salah satu sumber informasi non-elektronik adalah buku. Dalam sebuah buku terdapat berbagai bahan bacaan. Agar semua bacaan dapat dipahami secara cepat, Anda harus memiliki kemampuan menemukan pokok-pokok isi bacaan dengan membaca cepat di atas 300 kpm. Kemampuan ini tidak dapat diperoleh tanpa berlatih. Nah, dalam pembelajaran kali ini Anda diajak untuk berlatih membaca cepat secara terpandu dengan menggunakan software MC. Kegiatan pembelajaran dapat dilakukan secara berpasangan.


Ringkasan Materi
             Kemampuan membaca cepat adalah kemampuan menyelesaikan pembacaan sebuah bahan bacaan yang diikuti dengan pemahaman yang memadai. Ukuran kecepatan membaca adalah kata per menit (kpm), yaitu ada berapa kata yang dapat Anda baca setiap menitnya. Kecepatan membaca siswa SMA kelas XI diharapkan ± 300 kpm setelah digabungkan dengan skor pemahaman siswa terhadap isi bacaan.
        Untuk memahami isi bacaan, Anda perlu memperhatikan isi pokok dalam setiap paragraf. Anda perlu memperhatikan angka-angka maupun penjelasan penting dalam bacaan. Pada umumnya, isi penting dalam bacaan dapat ditemukan di awal paragraf.
      Teknik membaca cepat secara tepat
      1. Bacalah teks pada kelompok-kelompok kata, bukan kata demi kata!
      2. Hindari mengulang-ulang kata atau kelompok kata yang telah dibaca! Meskipun Anda ragu dengan makna kata tertentu, teruskan saja sebab makna kata itu nanti akan muncul dengan sendirinya.
      3. Hindari berhenti lama di awal baris atau kalimat. Hal itu dapat memutuskan hubungan makna antarkalimat atau antarparagraf. Selain itu, Anda bisa lupa dengan apa yang baru dibaca. Berhentilah agak lama di akhir-akhir bab, atau subbab atau bila ada judul baru!
      4. Temukan kata-kata kunci yang menjadi tanda awal dari adanya gagasan utama sebuah kalimat!
      5. Abaikan kata-kata tugas yang sifatnya berulang-ulang, misalnya yang, di, dari, pada, dan kepada, untuk, dan sebagainya.
      6. Apabila bacaannya ditulis dalam kolom-kolom kecil (seperti di surat kabar), arah gerak mata bukan ke samping secara horisontal, tetapi ke bawah (vertikal) atau melingkar-lingkar.

             Apabila Anda merasa bahwa kecepatan membaca Anda belum memadai, cobalah untuk berlatih meningkatkannya KEM Anda dengan menggunakan software. MC Adapun langkah-langkah menggunakan software MC sebagai berikut.
    1. Klik Start – All Program – Kem – Kem.
    2. Masukkan User dan Password dengan: .
        User : IMRON.
            Password : 1966.
    3. Lakukan input peserta dengan meng-klik INPUT DATA, kemudian pilih dan klik INPUT DAFTAR PESERTA. Apabila nama siswa sudah di-input oleh guru, siswa tinggal mengisi kode, lalu enter. Identitas siswa akan muncul..

    4. Melakukan pelatihan awal dengan meng-klik Latihan Awal. Pada latihan ini, siswa dapat melakukan pelatihan sebanyak 11 bagian dan semua sudah ada petunjuknya. Siswa dapat juga melakukan pelatihan awal secara per bagian, berdasarkan keinginan siswa.
.
    5. Melakukan kegiatan pengukuran KEM dengan meng-klik Latihan Soal, kemudian pilih dan klik Latihan Kecepatan Efektif Membaca, maka akan keluar aplikasi yang diharapkan. .
.
    6. Masukkan nomor peserta, pilih Kode file atas Bacaan yang diinginkan, kemudian klik tombol mulai membaca. Apabila sudah selesai membaca, klik tombol berhenti membaca dan klik tombol mengerjakan soal..

    7. Perhatikan hasil KEM Anda dan rekomendasi KEM Anda! .
.
Uji Kompetensi 1
    1. Meningkatkan Kemampuan Mata
         a. Ikutilah gerakan lingkaran hitam berikut dengan gerak mata Anda masing-masing selama 20 detik secara bergantian!.

         b. Ikutilah gerakan hitam berbentuk bintang ini dengan gerakan mata Anda selama 20 detik secara bergantian!.

    2. Meningkatkan Konsentrasi
        a. Temukan kata yang sama, kemudian klik kata yang sama dengan cepat dan catat waktu tempuh Anda dan berapa kesalahannya!

         b. Pandanglah gambar berikut dan hitunglah dengan cepat dengan mengisi kotak di bawahnya! Lihat waktu yang Anda butuhkan!

    3. Meningkatkan Kemampuan Daya Ingat
        a. Pandanglah angka-angka berikut dan ingatlah angka-angka tersebut selama 30 detik! Tuliskan angka yang Anda ingat pada kotak yang telah tersedia!

        b. Pandanglah gambar di bawah ini selama 30 detik, kemudian ingatlah gambar-gambar tersebut! Usahakan daya ingat Anda 75% atau tidak kurang dari 12 benda!

Uji Kompetensi 2
Menemukan pokok-pokok isi bacaan dengan Membaca Cepat 300 Kata per Menit
Lakukan pengukuran kecepatan membaca Anda dengan kegiatan pembelajaran sebagai berikut!
f. Bukalah software MC! !
g. Lakukan pelatihan awal sebelum mengukur KEM Anda! !
h. Klik soal dan klik latihan KEM! !
i. Lakukan beberapa kali dan catat perkembangan KEM Anda! !
j. Kirimkan hasil KEM Anda ke email guru Anda! !
Rumus
             K. 60
KEM = ––––––
             Wd

Keterangan
KEM: Kec. Efektif Membaca
K : jumlah kata
Wd : waktu dlm detik


METODE PEMBELAJARAN
CeramahTeknik membaca cepat dengan memperhatikan pokok-pokok
isi bacaan
-Diskusi Kelompok-
-Tanya Jawab-
Penugasan<./td>● Mengukur KEM
Demonstrasi● Menggerakkan mata
● Meningkatkan konsentrasi
● Meningkatkan daya ingat
● Membaca cepat untuk mencari pokok-pokok isi bacaan
● Mengukur KEM

KEGIATAN PEMBELAJARAN
TAHAPKEGIATAN PEMBELAJARAN
KEGIATAN AWAL
(Apersepsi/Motivasi)
20 menit
● Guru mengajak siswa menuju ruang komputer dan duduk berdua dalam satu komputer.
● Siswa berdoa sebelum pelajaran dimulai
● Guru mempresensi siswa
● Guru memberikan informasi tentang KD yang akan dicapai
● Guru menanyakan kepada siswa tentang hal-hal yang yang sudah diketahui tentang membaca cepat
KEGIATAN INTI
100 menit
A. Eksplorasi
• Siswa mendapatkan stimulus berupa penjelasan guru tentang teknik membaca cepat yang efektif sebuah bacaan.
• Siswa mendapatkan stimulus berupa penjelasan guru tentang teknik membaca cepat berbasis e-Learning melalui LCD di dalam laboratorium komputer.
• Siswa menanyakan hal-hal yang belum dipahami, khususnya tentang pengoperasian software MC dalam pembelajaran membaca cepat. .
• Siswa mempraktikkan cara mengoperasikan software MC melalui kegiatan berdiskusi dengan teman sekelasnya.

B. Elaborasi
• Siswa membuka software MC untuk melakukan pembelajaran membaca cepat berbasis e-Learning.
• Siswa melakukan pengisian identitas secara bergantian.
• Siswa melakukan pelatihan awal dengan melihat titik hitam secara cepat
• Siswa menjumlah gambar yang disusun secara vertikal secara cepat
• Siswa memberi tanda dengan cepat pada kata yang sama dengan kata kunci
• Siswa mengingat deretan angka yang dibaca dan menuliskan kembali pada kotak yang tersedia.
• Siswa mengingat nama gambar yang diingat dan menuliskan kembali pada kotak yang tersedia.
• Siswa mulai membaca bacaan yang dipilih dengan cepat.
• Siswa melakukan pengukuran pemahaman dengan mengisi pertanyaan yang sesuai dengan bacaan
• Siswa memperhatikan hasil KEM dan rekomendasi terhadap tingkatan KEM yang diperoleh.
• Siswa pasangannya melakukan pengukuran membaca cepat
• Siswa pasangan melakukan pelatihan awal
• Siswa pasangan memilih bacaan lainnya untuk dibaca dengan cepat • Siswa pasangan mengisi soal pemahaman • Siswa pasangan memperhatikan rekomendasi KEM yang diperoleh.
C. Konfirmasi
• Siswa mendapat penjelasan guru tentang KEM yang dimiliki .
• Siswa yang memiliki KEM tertinggi mendapatkan reward dari guru.
KEGIATAN AKHIR
15 menit
• Guru bersama siswa menyimpulkan kelemahan siswa dalam melakukan kegiatan membaca cepat.
• Siswa mendapat tugas untuk melakukan pelatihan berulang-ulang di rumah dan melaporkan hasil perkembangan KEM-nya ke email guru.
• Guru memberi komentar terhadap perkembangan KEM siswa melalui email siswa

SUMBER BELAJAR
Pustaka rujukan • Majalah yang memuat berbagai artikel populer
• Surat kabar Jawa Pos atau lainnya yang memuat artikel
• Internet untuk mencari bahan bacaan
• Buku Teks SMA
Material: VCD,
kaset, poster
Software MC
Media cetak dan
elektronik
Berbagai bahan bacaan berupa artikel populer
Website internetSoftware MC (online)
• Bacaan berupa artikel populer
• Teori tentang teknik membaca cepat
• Pengiriman hasil kerja siswa ke email guru
-Narasumber
-Model peraga
-Lingkungan

PENILAIAN
TEKNIK DAN BENTUK-Tes Lisan
Tes Tertulis
Observasi Kinerja/Demonstrasi
-Tagihan Hasil Karya/Produk: tugas individu
-Pengukuran Sikap
Penilaian diri
INSTRUMEN /SOAL● Soal pemahaman isi bacaan
RUBRIK/KRITERIA
PENILAIAN/BLANGKO
OBSERVASI
● Blanko Tingkat KEM Siswa


A. Lembar Kerja Siswa
       1. Lakukan pelatihan awal untuk meningkatkan kemampuan gerak mata, daya konsentrasi, dan daya ingat Anda dalam pembelajaran membaca cepat berbasis e-Learning dengan menggunakan software MC!

       2. Lakukan pengukuran KEM Anda dengan software MC secara bergantian!

       3. Bagaimana tingkat KEM Anda?

B. Instrumen Penilaian

Instrumen Penilaian Guru terhadap Tingkat KEM Siswa

NAMA SISWA        : ....................................
KELAS/NOMOR : ....................................

NOKEMREKOMENDASI
1.Di bawah 250 kpmAnda dikatagorikan pembaca lambat. Kecepatan membaca Anda di bawah rata-rata, dan hal ini akan menjadi masalah terhadap belajar Anda sehari-hari. Anda masih banyak kesempatan untuk meningkat-kan kemampuan membaca Anda. Anda perlu berlatih lebih giat lagi.
2.250 kpm - 400 kpm Anda dikatagorikan pembaca sedang. Kebanyakan orang masuk kategori ini. Anda membaca dengan subvocalization, yang berarti ada ucapan internal (mengeja dalam hati) yang terjadi ketika Anda membaca. Membaca cepat Anda dapat lebih ditingkatkan dengan menghilangkan subvocalization dan mencari teknik membaca cepat lainnya. Anda masih perlu berlatih lagi.
3.400 kpm - 450 kpm Anda dikatagorikan pembaca standar. Kecepatan membaca Anda sudah cukup dalam arti Anda tidak perlu memaksakan diri dan Anda tetap dapat menjaga kecepatan membaca Anda secara normal. Beberapa teknik membaca cepat pasti dapat membantu untuk mempertahankan kemampuan Anda. Anda beruntung telah memiliki kecepatan membaca di atas rata-rata. Anda bisa berlatih lagi.
4.450 kpm – 600 kpm Anda dikatagorikan pembaca tingkat tinggi. Kecepatan membaca Anda tinggi dan dapat dicapai hanya kurang dari 1 persen dari penduduk dunia, meskipun masih banyak yang menganggap lebih besar dari itu. Dengan kemampuan alami, Anda secara unik diposisikan langsung ke dalam kategori pembaca kecepatan tertinggi dengan menerapkan teknik-teknik membaca khusus yang diperuntukkan bagi orang-orang maju seperti Anda. Selamat Anda mendapat hidayah dari Allah.


Mengetahui,
Kepala SMAN 2 Pasuruan                                                                      Peneliti,



Drs, Syarnali                                                                                           Imron Rosidi



MODEL 4


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SMA
KODE KD : M.11.1


NAMA SEKOLAH SMA NEGERI 2 PASURUAN
MATA PELAJARAN Bahasa Indonesia
KELAS/SEMESTER XI/5 (ganjil)
PROGRAM IPA/IPS
ASPEK PEMBELAJARAN Membaca
STANDAR KOMPETENSI Memahami ragam wacana tulis dengan membaca cepat dan membaca intensif
KOMPETENSI DASAR Mengungkapkan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kata per menit
INDIKATOR • Mampu meningkatkan kemampuan gerak mata
• Mampu meningkatkan daya konsentrasi
• Mampu meningkatkan daya ingat
• Mampu meningkatkan KEM siswa sampai 300 kpm
ALOKASI WAKTU 3 x 45 menit (1 pertemuan)

TUJUAN PEMBELAJARAN
TUJUAN • Siswa mampu mengoperasikan software MC
• Siswa mampu meningkatkan kemampuan gerak mata
• Siswa mampu meningkatkan daya konsentrasi
• Siswa mampu meningkatkan daya ingat
• Siswa mampu meningkatkan KEM siswa sampai 300 kpm


KARAKTER YANG DIHARAPKAN
KARAKTER • Kerja keras
• Menghargai prestasi
• Gemar membaca

MATERI PEMBELAJARAN
MATERI POKOK
PEMBELAJARAN
MENGUNGKAPKAN POKOK-POKOK ISI BACAAN
DENGAN TEKNIK MEMBACA CEPAT

‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗

Pembelajaran Kesatu

Kompetensi Dasar

Mengungkapkan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kata per menit

Indikator
        a. Mampu meningkatkan kemampuan gerak mata
        b. Mampu meningkatkan daya konsentrasi
        c. Mampu meningkatkan daya ingat
        d. Mampu menemukan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kata per menit
Berbagai sumber informasi terus mengalir di era global ini, baik melalui media elektronik maupun non-elektronik. Salah satu sumber informasi non-elektronik adalah buku. Dalam sebuah buku terdapat berbagai bahan bacaan. Agar semua bacaan dapat dipahami secara cepat, Anda harus memiliki kemampuan menemukan pokok-pokok isi bacaan dengan membaca cepat di atas 300 kpm. Kemampuan ini tidak dapat diperoleh tanpa berlatih. Nah, dalam pembelajaran kali ini Anda diajak untuk berlatih membaca cepat secara terpandu dengan menggunakan software MC.


Ringkasan Materi
              Kemampuan membaca cepat adalah kemampuan menyelesaikan pembacaan sebuah bahan bacaan yang diikuti dengan pemahaman yang memadai. Ukuran kecepatan membaca adalah kata per menit (kpm), yaitu ada berapa kata yang dapat Anda baca setiap menitnya. Kecepatan membaca siswa SMA kelas XI diharapkan ± 300 kpm setelah digabungkan dengan skor pemahaman siswa terhadap isi bacaan. Pemahaman terhadap bacaan dinilai memadai jika Anda dapat menjawab pertanyaan sekitar 75%
        Untuk dapat membaca secara cepat dan efektif, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu penghambat membaca cepat dan teknik membaca dengan tepat. Kedua hal tersebut akan disajikan di bawah ini.
      Penghambat membaca cepat 1. Vokalisasi yaitu membaca dengan bersuara.
2. Gerakan bibir yaitu mengucapkan kata demi kata apa yang dibaca dengan menggerakkan bibir.
3. Gerakan kepala, artinya menggerakkan kepala dari kiri ke kanan untuk dapat membaca baris-baris bacaan secara lengkap.
4. Menunjuk dengan jari, artinya menunjuk dengan jari kata demi kata yang dibacanya.
5. Regresi, artinya mata bergerak kembali ke belakang untuk membaca ulang suatu kata atau beberapa kata sebelumnya.
6. Subvokalisasi, yaitu melafalkan dalam batin/pikiran kata-kata yang dibaca.

      Teknik membaca cepat secara tepat
      1. Bacalah teks pada kelompok-kelompok kata, bukan kata demi kata!
      2. Hindari mengulang-ulang kata atau kelompok kata yang telah dibaca! Meskipun Anda ragu dengan makna kata tertentu, teruskan saja sebab makna kata itu nanti akan muncul dengan sendirinya.
      3. Hindari berhenti lama di awal baris atau kalimat. Hal itu dapat memutuskan hubungan makna antarkalimat atau antarparagraf. Selain itu, Anda bisa lupa dengan apa yang baru dibaca. Berhentilah agak lama di akhir-akhir bab, atau subbab atau bila ada judul baru!
      4. Temukan kata-kata kunci yang menjadi tanda awal dari adanya gagasan utama sebuah kalimat!
      5. Abaikan kata-kata tugas yang sifatnya berulang-ulang, misalnya yang, di, dari, pada, dan kepada, untuk, dan sebagainya.
      6. Apabila bacaannya ditulis dalam kolom-kolom kecil (seperti di surat kabar), arah gerak mata bukan ke samping secara horisontal, tetapi ke bawah (vertikal) atau melingkar-lingkar.

              Bagaimana meningkatkan kecepatan membaca Anda? Apabila Anda merasa bahwa kecepatan membaca Anda belum memadai, cobalah untuk berlatih meningkatkannya KEM Anda dengan menggunakan software MC. Dalam software MC terdapat pelatihan awal yang meliputi pelatihan gerak mata, pelatihan konsentrasi, dan pelatihan daya ingat. Apabila pernah melakukan kegiatan ini, Anda bisa tidak melakukan kegiatan pelatihan gerak mata. Hal ini dapat menghemat waktu sehingga Anda dapat melakukan pengukuran secara berulang-ulang.
.
             Adapun langkah-langkah menggunakan software MC sebagai berikut.
    1. Klik Start – All Program – Kem – Kem.
    2. Masukkan User dan Password dengan: .
        User : IMRON.
            Password : 1966.
    3. Lakukan input peserta dengan meng-klik INPUT DATA, kemudian pilih dan klik INPUT DAFTAR PESERTA. Apabila nama siswa sudah di-input oleh guru, siswa tinggal mengisi kode, lalu enter. Identitas siswa akan muncul..

    4. Melakukan pelatihan awal dengan meng-klik Latihan Awal. Pada latihan ini, siswa dapat melakukan pelatihan sebanyak 11 bagian dan semua sudah ada petunjuknya. Siswa dapat juga melakukan pelatihan awal secara per bagian, berdasarkan keinginan siswa.
.
    5. Melakukan kegiatan pengukuran KEM dengan meng-klik Latihan Soal, kemudian pilih dan klik Latihan Kecepatan Efektif Membaca, maka akan keluar aplikasi yang diharapkan. .
.
    6. Masukkan nomor peserta, pilih Kode file atas Bacaan yang diinginkan, kemudian klik tombol mulai membaca. Apabila sudah selesai membaca, klik tombol berhenti membaca dan klik tombol mengerjakan soal..

    7. Perhatikan hasil KEM Anda dan rekomendasi KEM Anda! .
.
Uji Kompetensi 1
    a. Meningkatkan Konsentrasi
        Temukan kata yang sama, kemudian klik kata yang sama dengan cepat dan catat waktu tempuh Anda dan berapa kesalahannya!

    b. Meningkatkan Kemampuan Daya Ingat

        b. Pandanglah gambar di bawah ini selama 30 detik, kemudian ingatlah gambar-gambar tersebut! Usahakan daya ingat Anda 75% atau tidak kurang dari 12 benda!

Uji Kompetensi 2
Menemukan pokok-pokok isi bacaan dengan Membaca Cepat 300 Kata per Menit
Lakukan pengukuran kecepatan membaca Anda dengan kegiatan pembelajaran sebagai berikut!
k. Bukalah software MC! !
l. Lakukan pelatihan awal sebelum mengukur KEM Anda! !
m. Klik soal dan klik latihan KEM! !
n. Lakukan beberapa kali dan catat perkembangan KEM Anda! !
o. Kirimkan hasil KEM Anda ke email guru Anda! !
Rumus
           K. 60
KEM = ––––––
           Wd

Keterangan
KEM: Kec. Efektif Membaca
K : jumlah kata
Wd : waktu dlm detik


METODE PEMBELAJARAN
CeramahTeknik membaca cepat dengan memperhatikan pokok-pokok
isi bacaan
-Diskusi Kelompok-
-Tanya Jawab-
Penugasan<./td>● Mengukur KEM
Demonstrasi● Menggerakkan mata
● Meningkatkan konsentrasi
● Meningkatkan daya ingat
● Membaca cepat untuk mencari pokok-pokok isi bacaan
● Mengukur KEM

KEGIATAN PEMBELAJARAN
TAHAPKEGIATAN PEMBELAJARAN
KEGIATAN AWAL
(Apersepsi/Motivasi)
20 menit
● Guru mengajak siswa menuju ruang komputer.
● Siswa berdoa sebelum pelajaran dimulai
● Guru mempresensi siswa
● Guru memberikan informasi tentang KD yang akan dicapai
● Guru menanyakan kepada siswa tentang hal-hal yang yang sudah diketahui tentang membaca cepat
KEGIATAN INTI
100 menit
A. Eksplorasi
• Siswa mendapatkan stimulus berupa penjelasan guru tentang teknik membaca cepat yang efektif sebuah bacaan.
• Siswa mendapatkan stimulus berupa penjelasan guru tentang teknik membaca cepat berbasis e-Learning melalui LCD di dalam laboratorium komputer.
• Siswa menanyakan hal-hal yang belum dipahami, khususnya tentang pengoperasian software MC dalam pembelajaran membaca cepat. .
• Siswa mempraktikkan cara mengoperasikan software MC melalui kegiatan berdiskusi dengan teman sekelasnya.

B. Elaborasi
• Siswa membuka software MC untuk melakukan pembelajaran membaca cepat berbasis e-Learning.
• Siswa melakukan pelatihan awal dengan melihat titik hitam secara cepat
• Siswa menjumlah gambar yang disusun secara vertikal secara cepat
• Siswa memberi tanda dengan cepat pada kata yang sama dengan kata kunci
• Siswa melakukan pengukuran KEM dengan memulai kegiatan dengan memilih identitas yang sesuai
• Siswa mulai membaca bacaan yang telah ditentukan guru secara cepat.
• Siswa melakukan pengukuran pemahaman dengan mengisi pertanyaan yang sesuai dengan bacaan
• Siswa memperhatikan hasil KEM dan rekomendasi terhadap tingkatan KEM yang diperoleh.
C. Konfirmasi
• Siswa mendapat penjelasan guru tentang KEM yang dimiliki .
• Siswa yang memiliki KEM tertinggi mendapatkan reward dari guru.
KEGIATAN AKHIR
15 menit
• Guru bersama siswa menyimpulkan kelemahan siswa dalam melakukan kegiatan membaca cepat.
• Siswa mendapat tugas untuk melakukan pelatihan berulang-ulang di rumah dan melaporkan hasil perkembangan KEM-nya ke email guru.
• Guru memberi komentar terhadap perkembangan KEM siswa melalui email siswa
>

SUMBER BELAJAR
Pustaka rujukan • Majalah yang memuat berbagai artikel populer
• Surat kabar Jawa Pos atau lainnya yang memuat artikel
• Internet untuk mencari bahan bacaan
• Buku Teks SMA
Material: VCD,
kaset, poster
Software MC
Media cetak dan
elektronik
Berbagai bahan bacaan berupa artikel populer
Website internetSoftware MC (online)
• Bacaan berupa artikel populer
• Teori tentang teknik membaca cepat
• Pengiriman hasil kerja siswa ke email guru
-Narasumber
-Model peraga
-Lingkungan

PENILAIAN
TEKNIK DAN BENTUK-Tes Lisan
Tes Tertulis
Observasi Kinerja/Demonstrasi
-Tagihan Hasil Karya/Produk: tugas individu
-Pengukuran Sikap
Penilaian diri
INSTRUMEN /SOAL● Soal pemahaman isi bacaan
RUBRIK/KRITERIA
PENILAIAN/BLANGKO
OBSERVASI
● Blanko Tingkat KEM Siswa


A. Lembar Kerja Siswa
       1. Lakukan pelatihan awal untuk meningkatkan kemampuan daya konsentrasi, dan daya ingat Anda dalam pembelajaran membaca cepat berbasis e-Learning dengan menggunakan software MC!

       2. Lakukan pengukuran KEM Anda dengan software MC secara bergantian!

B. Instrumen Penilaian

Instrumen Penilaian Guru terhadap Tingkat KEM Siswa

NAMA SISWA        : ....................................
KELAS/NOMOR : ....................................

NOKEMREKOMENDASI
1.Di bawah 250 kpmAnda dikatagorikan pembaca lambat. Kecepatan membaca Anda di bawah rata-rata, dan hal ini akan menjadi masalah terhadap belajar Anda sehari-hari. Anda masih banyak kesempatan untuk meningkat-kan kemampuan membaca Anda. Anda perlu berlatih lebih giat lagi.
2.250 kpm - 400 kpm Anda dikatagorikan pembaca sedang. Kebanyakan orang masuk kategori ini. Anda membaca dengan subvocalization, yang berarti ada ucapan internal (mengeja dalam hati) yang terjadi ketika Anda membaca. Membaca cepat Anda dapat lebih ditingkatkan dengan menghilangkan subvocalization dan mencari teknik membaca cepat lainnya. Anda masih perlu berlatih lagi.
3.400 kpm - 450 kpm Anda dikatagorikan pembaca standar. Kecepatan membaca Anda sudah cukup dalam arti Anda tidak perlu memaksakan diri dan Anda tetap dapat menjaga kecepatan membaca Anda secara normal. Beberapa teknik membaca cepat pasti dapat membantu untuk mempertahankan kemampuan Anda. Anda beruntung telah memiliki kecepatan membaca di atas rata-rata. Anda bisa berlatih lagi.
4.450 kpm – 600 kpm Anda dikatagorikan pembaca tingkat tinggi. Kecepatan membaca Anda tinggi dan dapat dicapai hanya kurang dari 1 persen dari penduduk dunia, meskipun masih banyak yang menganggap lebih besar dari itu. Dengan kemampuan alami, Anda secara unik diposisikan langsung ke dalam kategori pembaca kecepatan tertinggi dengan menerapkan teknik-teknik membaca khusus yang diperuntukkan bagi orang-orang maju seperti Anda. Selamat Anda mendapat hidayah dari Allah.


Mengetahui,
Kepala SMAN 2 Pasuruan                                                                 Peneliti,



Drs, Syarnali                                                                                      Imron Rosidi



MODEL 5


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SMA
KODE KD : M.11.1


NAMA SEKOLAH SMA NEGERI 2 PASURUAN
MATA PELAJARAN Bahasa Indonesia
KELAS/SEMESTER XI/5 (ganjil)
PROGRAM IPA/IPS
ASPEK PEMBELAJARAN Membaca
STANDAR KOMPETENSI Memahami ragam wacana tulis dengan membaca cepat dan membaca intensif
KOMPETENSI DASAR Mengungkapkan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kata per menit
INDIKATOR • Mampu meningkatkan kemampuan gerak mata
• Mampu meningkatkan daya konsentrasi
• Mampu meningkatkan daya ingat
• Mampu meningkatkan KEM siswa sampai 300 kpm
ALOKASI WAKTU 3 x 45 menit (1 pertemuan)


TUJUAN PEMBELAJARAN
TUJUAN • Siswa mampu memasukkan identitas dalam software MC
• Siswa mampu memasukkan bacaan baru dalam software MC
• Siswa mampu meningkatkan daya ingat
• Siswa mampu meningkatkan KEM siswa sampai 300 kpm
• Siswa mampu mendokumentasikan perkembangan KEM-nya


KARAKTER YANG DIHARAPKAN
KARAKTER • Kerja keras
• Menghargai prestasi
• Gemar membaca

MATERI PEMBELAJARAN
MATERI POKOK
PEMBELAJARAN
MENGUNGKAPKAN POKOK-POKOK ISI BACAAN
DENGAN TEKNIK MEMBACA CEPAT

‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗

Pembelajaran Kesatu


Kompetensi Dasar

Mengungkapkan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kata per menit

Indikator
•         a. Mampu meningkatkan daya konsentrasi
        b. Mampu meningkatkan daya ingat
        c. Mampu menemukan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kata per menit
        d. Mampu mendokumentasikan perkembangan KEM-nya

Kemampuan membaca cepat dapat terus ditingkatkan dengan kegiatan gemar membaca. Dengan gemar membaca, seseorang akan memiliki kosa kata yang cukup baik. Selain itu, kegiatan pelatihan membaca cepat yang dilakukan berulang-ulang juga dapat meningkatkan daya ingat seseorang. Adapun KEM yang diamanatkan dalam kurikulum untuk siswa SMA kelas XI adalah 300 kpm. Nah, dalam pembelajaran kali ini Anda diajak untuk berlatih membaca cepat secara terpandu dengan menggunakan software MC.


Ringkasan Materi
              Pemahaman seseorang terhadap isi bacaan sangat menentukan tingkat KEM seseorang. Kecepatan tanpa dibarengi tingkat pemahaman yang baik akan berdampak pada tingkat KEM seseorang. Pemahaman dapat dilatih dengan pelatihan-pelatihan daya ingat yang ada dalam software MC. Selain itu, pemahaman dapat ditingkatkan dengan banyak membaca.
             Kecepatan membaca siswa SMA kelas XI diharapkan ± 300 kpm setelah digabungkan dengan skor pemahaman siswa terhadap isi bacaan. Pemahaman terhadap bacaan dinilai memadai jika Anda dapat menjawab pertanyaan sekitar 75%. Pemahaman yang baik dapat memperbesar skor KEM siswa karena skor KEM diperoleh dengan memadukan waktu tempuh baca dengan pemahaman isi bacaan.
Bagaimana Cara Melipatgandakan kecepatan Membaca?
             Untuk membekali kemampuan membaca Anda di SMA, pada pelajaran berikut ini coba ukurlah kecepatan membaca Anda. Ukuran kecepatan membaca adalah kata per menit (KPm), yaitu ada berapa kata yang dapat Anda baca setiap menitnya. Berikut ini daftar kecepatan membaca yang ideal untuk beberapa kategori siswa. Siswa SD/SLTP: 200 s.d. 250 kata/menit; siswa SMU: 250 s.d. 300 kata/menit; mahasiswa: 325 kata/menit; dan mahasiswa pascasarjana: 400 kata/menit. Pemahaman terhadap bacaan dinilai memadai jika Anda dapat menjawab pertanyaan tentang bacaan antara 60% s.d. 75%. Berlatihlah meningkatkan kecepatan membaca!

             Apabila merasa bahwa kecepatan membaca Anda belum memadai, cobalah untuk berlatih meningkatkannya. Untuk meningkatkan kecepatan membaca, Anda ikuti saran berikut ini.
1. Setiap kali membaca, jangan membaca kata demi kata. Biasakan untuk membaca pada kelompok-kelompok kata.
2. Jangan mengulang-ulang kata atau kalimat yang telah dibaca. Jika Anda ragu mengenai makna kata tertentu, teruskan saja. Nanti makna kata itu akan muncul dengan sendirinya.
3. Jangan selalu berhenti lama di awal baris atau kalimat. Ini akan memutuskan hubungan makna antarkalimat atau antarparagraf. Anda bisa lupa dengan apa yang baru dibaca..
4. Carilah kata-kata kunci yang menjadi tanda awal dari adanya gagasan utama sebuah kalimat.
5. Abaikan saja kata-kata tugas yang sifatnya berulang-ulang, misalnya, yang, di, dari, pada, se-, dan, buah, ekor, kepada, untuk, dan sebagainya. Pada kalimat ”Gubernur Jatim pada hari ini, dilantik untuk kedua kalinya.,” yang dibaca cukup ”Gubernur Jatim, ..., ... dilantik …. Kedua kali.” Jadi irit, bukan?
6. Jika dalam penulisan bacaan itu dalam bentuk kolom-kolom kecil (seperti di surat kabar), arah gerak mata bukan ke samping secara horisontal, tetapi ke bawah (vertikal) atau melingkar-lingkar.
              Apabila Anda merasa bahwa kecepatan membaca Anda belum memadai, cobalah untuk berlatih meningkatkannya KEM Anda dengan menggunakan software MC. Dalam software MC terdapat pelatihan awal yang meliputi pelatihan gerak mata, pelatihan konsentrasi, dan pelatihan daya ingat. Apabila pernah melakukan kegiatan ini, Anda bisa tidak melakukan kegiatan pelatihan gerak mata dan konsentrasi. Hal ini dapat menghemat waktu sehingga Anda dapat melakukan pengukuran secara berulang-ulang. Adapun langkah-langkah menggunakan software MC sebagai berikut.     1. Klik Start – All Program – Kem – Kem.
    2. Masukkan User dan Password dengan: .
        User : IMRON.
            Password : 1966.
    3. Lakukan input peserta dengan meng-klik INPUT DATA, kemudian pilih dan klik INPUT DAFTAR PESERTA. Apabila nama siswa sudah di-input oleh guru, siswa tinggal mengisi kode, lalu enter. Identitas siswa akan muncul..

    4. Melakukan pelatihan awal dengan meng-klik Latihan Awal. Pada latihan ini, siswa dapat melakukan pelatihan sebanyak 11 bagian dan semua sudah ada petunjuknya. Siswa dapat juga melakukan pelatihan awal secara per bagian, berdasarkan keinginan siswa.
.
    5. Melakukan kegiatan pengukuran KEM dengan meng-klik Latihan Soal, kemudian pilih dan klik Latihan Kecepatan Efektif Membaca, maka akan keluar aplikasi yang diharapkan. .
.
    6. Masukkan nomor peserta, pilih Kode file atas Bacaan yang diinginkan, kemudian klik tombol mulai membaca. Apabila sudah selesai membaca, klik tombol berhenti membaca dan klik tombol mengerjakan soal..

    7. Perhatikan hasil KEM Anda dan rekomendasi KEM Anda. .
.
Uji Kompetensi 1
    1. Meningkatkan Kemampuan Mata
         a. Ikutilah gerakan lingkaran hitam berikut dengan gerak mata Anda masing-masing selama 20 detik! .

         b. Ikutilah gerakan hitam berbentuk bintang ini dengan gerakan mata Anda selama 20 detik! .

    2. Meningkatkan Konsentrasi
        a. Temukan kata yang sama, kemudian klik kata yang sama dengan cepat dan catat waktu tempuh Anda dan berapa kesalahannya!

         b. Pandanglah gambar berikut dan hitunglah dengan cepat dengan mengisi kotak di bawahnya! Lihat waktu yang Anda butuhkan!

    3. Meningkatkan Kemampuan Daya Ingat
        a. Pandanglah angka-angka berikut dan ingatlah angka-angka tersebut selama 30 detik! Tuliskan angka yang Anda ingat pada kotak yang telah tersedia!

        b. Pandanglah gambar di bawah ini selama 30 detik, kemudian ingatlah gambar-gambar tersebut! Usahakan daya ingat Anda 75% atau tidak kurang dari 12 benda!

Uji Kompetensi 2

Menemukan pokok-pokok isi bacaan dengan Membaca Cepat 300 Kata per Menit
Lakukan pengukuran kecepatan membaca Anda dengan kegiatan pembelajaran sebagai berikut!
a. Bukalah software MC! !
b. Lakukan pelatihan awal sebelum mengukur KEM Anda! !
c. Klik soal dan klik latihan KEM! !
d. Lakukan beberapa kali dan catat perkembangan KEM Anda! !
e. Kirimkan hasil KEM Anda ke email guru Anda! !
Rumus
           K. 60
KEM = ––––––
           Wd

Keterangan
KEM: Kec. Efektif Membaca
K : jumlah kata
Wd : waktu dlm detik


METODE PEMBELAJARAN
CeramahTeknik membaca cepat dengan memperhatikan pokok-pokok
isi bacaan
-Diskusi Kelompok-
-Tanya Jawab-
Penugasan<./td>● Mengukur KEM
Demonstrasi● Menggerakkan mata
● Meningkatkan konsentrasi
● Meningkatkan daya ingat
● Membaca cepat untuk mencari pokok-pokok isi bacaan
● Mengukur KEM

KEGIATAN PEMBELAJARAN
TAHAPKEGIATAN PEMBELAJARAN
KEGIATAN AWAL
(Apersepsi/Motivasi)
20 menit
● Guru mengajak siswa menuju ruang komputer
● Siswa berdoa sebelum pelajaran dimulai
● Guru mempresensi siswa
● Guru memberikan informasi tentang KD yang akan dicapai
● Guru menanyakan kepada siswa tentang hal-hal yang sudah diketahui tentang membaca cepat
KEGIATAN INTI
100 menit
A. Eksplorasi
• Siswa mendapatkan stimulus berupa penjelasan guru pentingnya pemahaman dalam membaca cepat.
• Siswa mendapatkan stimulus berupa penjelasan guru tentang cara menginstal laptop dengan software MC.
• Siswa menanyakan hal-hal yang belum dipahami, khususnya tentang pengoperasian software MC dalam pembelajaran membaca cepat.

.
B. Elaborasi
• Siswa menginstal laptop yang dibawa dengan software MC.
• Siswa membuka software MC untuk melakukan pembelajaran membaca cepat berbasis e-Learning.
• Siswa memasukkan daftar peserta dalam software MC.
• Siswa memasukkan bacaan baru dalam software MC.
• Siswa melakukan pelatihan awal dengan mengingat deretan angka yang telah dibaca.
• Siswa melakukan pelatihan awal dengan mengingat deretan nama gambar yang telah dibaca.
• Siswa melakukan pengukuran KEM dengan memilih bacaan sesuai dengan keinginannya
• Siswa melakukan pengukuran pemahaman dengan memilih abjad yang sesuai dengan pertanyaan dalam bacaan
• Siswa memperhatikan hasil KEM dan rekomendasi terhadap tingkatan KEM yang diperoleh.
• Siswa melakukan pengukuran KEM kembali dengan memilih bacaan lainnya.
• Siswa memperhatikan hasil KEM dan rekomendasi terhadap KEM yang dimiliki.
• Siswa mengirim hasil KEM yang dimiliki ke email guru
.
B. Konfirmasi • Siswa mendapat penjelasan guru tetang KEM yang dimiliki .
• Siswa yang memiliki KEM tertinggi mendapatkan reward dari guru.
KEGIATAN AKHIR
15 menit
• Guru bersama siswa menyimpulkan kelemahan siswa dalam melakukan kegiatan membaca cepat.
• Siswa mendapat tugas untuk melakukan pelatihan berulang-ulang di rumah dan melaporkan hasil perkembangan KEM-nya ke email guru.
• Guru memberi komentar terhadap perkembangan KEM siswa melalui email siswa
>

SUMBER BELAJAR
Pustaka rujukan • Majalah yang memuat berbagai artikel populer
• Surat kabar Jawa Pos atau lainnya yang memuat artikel
• Internet untuk mencari bahan bacaan
• Buku Teks SMA
Material: VCD,
kaset, poster
Software MC
Media cetak dan
elektronik
Berbagai bahan bacaan berupa artikel populer
Website internetSoftware MC (online)
• Bacaan berupa artikel populer
• Teori tentang teknik membaca cepat
• Pengiriman hasil kerja siswa ke email guru
-Narasumber
-Model peraga
-Lingkungan

PENILAIAN
TEKNIK DAN BENTUK-Tes Lisan
Tes Tertulis
Observasi Kinerja/Demonstrasi
-Tagihan Hasil Karya/Produk: tugas individu
-Pengukuran Sikap
Penilaian diri
INSTRUMEN /SOAL● Soal pemahaman isi bacaan
RUBRIK/KRITERIA
PENILAIAN/BLANGKO
OBSERVASI
● Blanko Tingkat KEM Siswa


A. Lembar Kerja Siswa
       1. Lakukan pelatihan awal untuk meningkatkan kemampuan gerak mata, daya konsentrasi, dan daya ingat Anda dalam pembelajaran membaca cepat berbasis e-Learning dengan menggunakan software MC!

       2. Lakukan pengukuran KEM Anda dengan menggunakan software MC berulang-ulang!

B. Instrumen Penilaian

Instrumen Penilaian Guru terhadap Tingkat KEM Siswa

NAMA SISWA        : ....................................
KELAS/NOMOR : ....................................

NOKEMREKOMENDASI
1.Di bawah 250 kpmAnda dikatagorikan pembaca lambat. Kecepatan membaca Anda di bawah rata-rata, dan hal ini akan menjadi masalah terhadap belajar Anda sehari-hari. Anda masih banyak kesempatan untuk meningkat-kan kemampuan membaca Anda. Anda perlu berlatih lebih giat lagi.
2.250 kpm - 400 kpm Anda dikatagorikan pembaca sedang: Kebanyakan orang masuk kategori ini. Anda membaca dengan subvocalization, yang berarti ada ucapan internal (mengeja dalam hati) yang terjadi ketika Anda membaca. Membaca cepat Anda dapat lebih ditingkatkan dengan menghilangkan subvocalization dan mencari teknik membaca cepat lainnya. Anda masih perlu berlatih lagi.
3.400 kpm - 450 kpm Anda dikatagorikan pembaca standar. Kecepatan membaca Anda sudah cukup dalam arti Anda tidak perlu memaksakan diri dan Anda tetap dapat menjaga kecepatan membaca Anda secara normal. Beberapa teknik membaca cepat pasti dapat membantu untuk mempertahankan kemampuan Anda. Anda beruntung telah memiliki kecepatan membaca di atas rata-rata. Anda bisa berlatih lagi.
4.450 kpm – 600 kpm Anda dikatagorikan pembaca tingkat tinggi. Kecepatan membaca Anda tinggi dan dapat dicapai hanya kurang dari 1 persen dari penduduk dunia, meskipun masih banyak yang menganggap lebih besar dari itu. Dengan kemampuan alami, Anda secara unik diposisikan langsung ke dalam kategori pembaca kecepatan tertinggi dengan menerapkan teknik-teknik membaca khusus yang diperuntukkan bagi orang-orang maju seperti Anda. Selamat Anda mendapat hidayah dari Allah.


Mengetahui,
Kepala SMAN 2 Pasuruan                                                    Peneliti,



Drs, Syarnali                                                                  Imron Rosidi